Kadis Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Ikuti Rakor
KAMPAR – Pj Bupati Kampar H Hambali SE MBA MH mengikuti rapat koodinasi (Rakor) dan audiensi perihal Dana Alokasi Khusus (DAK) 2025 bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI yang dilaksanakan secara virtual di ruang Command Center Kantor Bupati Kampar, Bangkinang, Senin (18/3/2024).
Rakor tersebut dipimpin Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa diwakili Direktur Pangan dan Pertanian Jarot Indarto dari Direktorat Sumber Daya Air Bappenas RI.
Dalam Rakor ini, Pj Bupati Kampar minta kepada Bapenas agar dalam pemberian bantuan DAK dari pusat nantinya lebih fokus kepada sektor pengembangan pertanian.
Dalam rakor tersebut hadir Kaban Bapeda Kampar Ardi Mardiansyah SSTP MSi, Kadis Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Nur Ilahi Ali, SP, Kadis PUPR Afdal,ST, dan Kadis Ketahanan Pangan Drs Muhammad MSi.
“Di Kabupaten Kampar, saat ini masyarakat sudah banyak meninggalkan sektor pertanian. Sawah sudah banyak terlantar, sementara kita masih berharap dan menopang dalam sektor pertanian,” jelas Hambali.
Hambali memaparkan di Kabupaten Kampar ini sudah terjadi alih fungsi dari pertanian ke perkebunan kelapa sawit.
“Ke depan kita harus mendorong agar memotivasi masyarakat menjadi petani secara modern. Untuk itu, saat ini pemerintah harus lebih banyak memberikan bantuan alat modern. Sebanyak 10 item termasuk Alinstan menjadi permintaan usulan Pemda Kampar saat ini,” jelas Hambali.
Hambali merincikan Pemkab Kampar melalui Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura akan mengusulkan terkait dengan pengembangan irigasi, jalan tani, pengadaan traktor, hidrotiller, motor, hand traktor rotary serta cultivator.
Sementara itu, Pj Sekda Kampar Drs Yusri,M.Si menambahkan, bahwa lahan pertanian di Kampar saat ini lebih kurang 3.220 hektare lahan pangan berkelanjutan. Sementara untuk lahan pertanian berdasarkan RTRW memilii 6.319 hektare.
“Ke depan mungkin ribuan hektare lahan sawah alih fungsi ke perkebunan sawit, hal ini diakibatkan sulitnya irigasi. Salah satu contoh irigasi atau bendungan yang terdapat di Kampar yang dibangung zaman Jepang, bendungan ini sekarang rusak dan bocor,” kata Yusri.
Yusri menambahkan, bendungan ini bisa mengaliri ribuan hektare sawah, Pemda Kampar meminta bantuan pusat dalam perbaikan ini dengan anggran biaya lebih kurang Rp17 miliar.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Nur Ilahi Ali menambahkan, dalam rakor bersama Bappenas terkait DAK 2025 Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura mengusulkan pengembangan irigasi, jalan tani, pengadaan traktor, hidrotiller, motor, hand traktor rotary serta cultivator.
’’Semoga nanti DAK 2025 untuk pengembangan pertanian di Kabupaten Kampar bisa terealisasikan. Sehingga produksi pertanian di Kampar bisa mengatasi berbagai persoalan pertanian,’’ harap Nur Ilahi Ali.
Sementara Direktur Pangan dan Pertanian Jarot Indarto menyambut baik apa yang menjadi permintaan Pemda Kampar di sektor pertanian.
Jarot menjelaskan untuk irigasi, pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian pada 2024 melalui DAK menganggarkan dana untuk infrastruktur irigasi sebesar Rp1,6 miliar.(adv)


