18 September 2026
Riau - Indonesia
Bengkalis BERITA

Bupati Kasmarni Pimpin Upacara Harhubnas 2026, Tekankan Keselamatan dan Penguatan Konektivitas Transportasi

BENGKALIS – Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni, S.Sos., M.MP., memimpin upacara peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026 di Halaman Kantor Bupati Bengkalis, Kamis (17/9/2026). Momentum tersebut menjadi penegasan pentingnya keselamatan transportasi sekaligus penguatan konektivitas untuk mendukung mobilitas dan pemerataan pembangunan.

Dalam upacara tersebut, Bupati Kasmarni membacakan pidato tertulis Menteri Perhubungan Republik Indonesia Dudy Purwagandhi. Dalam pidato itu, seluruh insan perhubungan diajak untuk terus memperkuat konektivitas nasional dengan menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan transportasi.

Mengawali pidatonya, Bupati Kasmarni menyampaikan apresiasi atas berbagai pekerjaan dan pelayanan yang telah dilaksanakan jajaran perhubungan. Namun, peringatan Harhubnas tahun ini juga menjadi momentum untuk kembali mengingat sejumlah musibah transportasi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

“Atas nama pribadi dan keluarga besar Kementerian Perhubungan, saya kembali menyampaikan duka cita yang mendalam kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan,” demikian disampaikan Bupati Kasmarni saat membacakan pidato Menteri Perhubungan.

Menurutnya, berbagai peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa keselamatan transportasi tidak boleh berhenti pada pemenuhan rutinitas administratif. Keselamatan harus menjadi bagian dari budaya kerja dan diwujudkan secara nyata di lapangan.

“Keselamatan adalah tanggung jawab moral. Standar keselamatan harus hidup di lapangan,” tegasnya.

Penegasan terhadap keselamatan, lanjutnya, semakin penting karena sektor perhubungan menghadapi lingkungan kerja yang semakin kompleks. Dalam beberapa waktu terakhir, jajaran perhubungan harus merespons berbagai kondisi, mulai dari kebakaran hutan dan lahan, gempa bumi, erupsi Gunung Anak Krakatau, gangguan penerbangan hingga kecelakaan pelayaran.

Dalam situasi tersebut, keselamatan dan konektivitas harus dijaga secara bersamaan. Petugas dituntut berani menghentikan operasional ketika kondisi tidak aman, sekaligus bergerak cepat mencari alternatif agar mobilitas masyarakat dan distribusi bantuan tetap berjalan.

Pada Harhubnas 2026, pemerintah mengangkat tema “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju.”

Tema tersebut menggambarkan peran strategis sektor transportasi dalam menghubungkan pulau dengan pulau, kota dengan desa, sentra produksi dengan pasar, serta masyarakat dengan fasilitas pendidikan dan kesehatan.

Transportasi juga berperan mempertemukan keluarga, membuka kesempatan kerja, mendistribusikan bahan pangan, menggerakkan industri hingga menghadirkan negara di wilayah 3T, yakni daerah terdepan, terluar dan terpencil.

“Transportasi tidak dapat dipandang semata sebagai urusan kendaraan dan infrastruktur,” katanya.

Dalam pidato tersebut dijelaskan, keberadaan pelabuhan dapat mengubah kehidupan masyarakat di suatu pulau. Penerbangan perintis dapat memangkas perjalanan berhari-hari menjadi hitungan jam. Jalur kereta dapat membuka pusat-pusat ekonomi baru, angkutan massal yang baik dapat menghemat waktu masyarakat, sementara sistem logistik yang efisien dapat membantu hasil petani, nelayan dan pelaku usaha sampai kepada masyarakat dengan biaya yang lebih wajar.

Karena itu, konektivitas antara pusat-pusat produksi dan permukiman perlu terus diperkuat untuk menekan biaya angkut dan logistik sekaligus memperluas pemerataan pembangunan.

Jajaran perhubungan juga dituntut menjaga layanan keperintisan agar masyarakat di wilayah 3T tetap terhubung, memperkuat angkutan massal perkotaan, membangun integrasi antarmoda serta meningkatkan efisiensi sistem logistik.

“Pada saat yang sama, kita harus berani berubah. Teknologi harus membuat pengawasan semakin transparan dan efektif,” lanjutnya.

Transformasi digital, menurutnya, harus memberikan dampak nyata terhadap pelayanan transportasi, mulai dari perjalanan yang lebih aman, kepatuhan yang lebih baik hingga sistem logistik yang semakin tertib.

Namun, kemajuan teknologi tetap harus diiringi integritas, kepedulian dan keberanian manusia dalam mengambil keputusan yang tepat.

Lima citra manusia perhubungan yang selama ini menjadi pedoman juga diminta tidak sekadar dihafalkan, tetapi diwujudkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Nilai-nilai tersebut antara lain tanggap terhadap kebutuhan masyarakat, tangguh menghadapi tantangan serta bertanggung jawab terhadap keselamatan dan keamanan jasa perhubungan.

Bupati Kasmarni turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan perhubungan yang bekerja di balik layar untuk memastikan pelayanan transportasi tetap berjalan.

Mulai dari petugas yang memeriksa landasan, mengawasi pergerakan kapal, memastikan persinyalan kereta, memeriksa kendaraan, mengatur navigasi dan lalu lintas, hingga petugas yang bertugas di terminal, stasiun, pelabuhan dan bandar udara.

Apresiasi juga diberikan kepada mereka yang tetap berada di lapangan ketika terjadi bencana maupun kecelakaan.

“Untuk seluruh pengabdian itu, saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih. Namun penghargaan terbaik terhadap pekerjaan yang sudah kita lakukan adalah tidak cepat merasa puas,” ujarnya.

Menurutnya, ukuran keberhasilan sektor transportasi pada akhirnya bukan hanya dilihat dari tersedianya sarana dan prasarana, tetapi dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Menutup pidatonya, Menteri Perhubungan mengajak seluruh insan perhubungan menjadikan September sebagai Bulan Keselamatan Transportasi. Momentum tersebut diharapkan menjadi titik awal untuk membangun budaya keselamatan yang lebih kuat dan berkelanjutan sepanjang tahun.

Peringatan Harhubnas 2026 di Kabupaten Bengkalis pun menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan transportasi yang aman, terhubung, tertib serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Usai upacara, Bupati Kasmarni menyerahkan piagam penghargaan kepada sejumlah perusahaan jasa transportasi dan insan perhubungan yang dinilai telah memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

Upacara tersebut turut dihadiri Dandim 0303/Bengkalis yang diwakili Pasi Intel Kapten Inf Agus Dani; Kapolres Bengkalis yang diwakili Kasat Lantas Bengkalis AKP Shandra Amalia; Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Bengkalis yang diwakili Yanto; serta Kepala Bea dan Cukai Bengkalis yang diwakili Kepala Sub Umum Ariel Seno Nugroho.

Hadir pula para asisten dan staf ahli, Kepala Dinas Perhubungan Ardiansyah, para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, serta undangan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *