16 September 2026
Riau - Indonesia
BERITA Kampar

Wabup Kampar Ajak Pelajar SMKN 1 Tapung Waspadai HIV/AIDS

KAMPAR– Wakil Bupati Kampar, Dr. Misharti, S.Ag., M.Si., yang juga Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Kampar, membuka kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS di SMKN 1 Tapung, Desa Petapahan, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Selasa (15/9/2026).

Kegiatan yang digelar KPA Kabupaten Kampar bersama Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kampar tersebut diikuti oleh jajaran sekolah, guru, dan siswa SMKN 1 Tapung. Turut hadir Wakil Kepala SMKN 1 Tapung Zapril, S.Pd., Camat Tapung Yorin Effendi, S.STP., M.H., perwakilan KPA Kampar, perwakilan BNK Kampar, serta para guru dan siswa.

Sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya KPA Kampar dan BNK Kampar dalam meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS, sekaligus mendukung upaya menekan penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Kampar.

Mengusung tema “Waspada dan Cegah Sebelum Terlambat, HIV/AIDS Tidak Dapat Disembuhkan”, kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai faktor risiko, langkah-langkah pencegahan, serta pentingnya menerapkan pola hidup sehat.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kampar Dr. Misharti menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam upaya memutus mata rantai penyebaran HIV/AIDS. Menurutnya, pelajar merupakan aset bangsa yang perlu mendapatkan edukasi dan pembinaan sejak dini agar dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, berkarakter, berprestasi, serta terhindar dari penyalahgunaan narkoba dan HIV/AIDS.

“Pelajar adalah aset bangsa. Kita harus memastikan mereka tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berprestasi, dan bebas dari ancaman narkoba maupun HIV/AIDS. Edukasi sejak dini adalah kunci,” ujarnya.

Misharti juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, instansi terkait, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat dalam membangun kesadaran bersama mengenai pencegahan HIV/AIDS dan penyalahgunaan narkoba.

Ia berharap para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan dari kegiatan tersebut, tetapi juga mampu menyebarluaskan informasi yang benar kepada lingkungan sekitar.

“Sosialisasi ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan langkah nyata dalam membangun generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing,” katanya.

Misharti menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat program kesehatan masyarakat sekaligus menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap masa depan generasi muda Kabupaten Kampa.(adv)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *