BENGKALIS – Pemerintah Kabupaten Bengkalis menyambut kedatangan 28 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Tahun 2026 yang akan melaksanakan pengabdian di Kecamatan Bantan. Kehadiran mahasiswa tersebut diharapkan dapat memperkuat pengembangan ekonomi lokal, konservasi lingkungan pesisir, serta mendorong digitalisasi dan pemberdayaan masyarakat desa.
Penyambutan mahasiswa KKN-PPM UGM berlangsung di Ruang Rapat Lantai II Kantor Bupati Bengkalis, Senin, (22/1/2026). Mewakili Bupati Bengkalis, Staf Ahli Bupati Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan Andris Wasono menyampaikan apresiasi atas kembali dipilihnya Kabupaten Bengkalis sebagai lokasi pengabdian mahasiswa UGM.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bengkalis, kami mengucapkan selamat datang kepada adik-adik mahasiswa KKN-PPM UGM di Negeri Junjungan, khususnya Kecamatan Bantan. Kehadiran ini menjadi kebanggaan sekaligus kehormatan bagi kami,” ujarnya.
Menurut Andris, program KKN-PPM merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami dinamika sosial di lapangan, tetapi juga mampu menghadirkan solusi yang aplikatif sesuai kebutuhan masyarakat.
Ia mengatakan Kabupaten Bengkalis memiliki potensi besar pada sektor perkebunan, perikanan, pariwisata, ekonomi kreatif, serta pengembangan sumber daya manusia. Namun, berbagai tantangan pembangunan masih memerlukan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat.
Andris juga menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam mendukung edukasi masyarakat, terutama terkait pelestarian lingkungan, ketahanan pangan, digitalisasi pelayanan, serta pencegahan penyalahgunaan narkoba di wilayah pesisir.
“Kami berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata melalui program yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan desa. Sinergi dengan pemerintah desa juga sangat penting agar program KKN berjalan optimal,” katanya.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan KKN-PPM UGM, Iswari Nur Hidayati, menjelaskan bahwa pada tahun 2026 UGM menerjunkan 28 mahasiswa yang akan ditempatkan di Desa Mentayan, Desa Teluk Papal, dan Desa Bantan Air, Kecamatan Bantan.
KKN-PPM UGM 2026 mengusung tema “Integrasi Pengembangan Ekonomi Lokal Maritim secara Berkelanjutan dan Konservasi Lingkungan Pesisir Berbasis Data Spasial dan Teknologi Digital melalui Kolaborasi Masyarakat.”
Menurut Iswari, tema tersebut berfokus pada pengembangan ekonomi lokal, pelestarian lingkungan, serta penguatan sektor pariwisata melalui pemanfaatan teknologi digital dan penyusunan data spasial terpadu.
“Melalui program ini, kami ingin meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pemberdayaan, pendampingan, dan proses pembelajaran. Selain itu, juga mendorong pengelolaan potensi sumber daya, penguatan ekonomi lokal, peningkatan literasi teknologi, serta tata kelola desa yang berkelanjutan,” jelasnya.
Ia berharap para mahasiswa mampu menjaga nama baik almamater, beradaptasi dengan masyarakat, serta menghadirkan program yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi desa-desa lokasi KKN.
Kegiatan penyambutan tersebut turut dihadiri unsur Pemerintah Kabupaten Bengkalis, perangkat Kecamatan Bantan dan pemerintah desa lokasi KKN, Ketua Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Bengkalis Mohammad Azmir, serta anggota DPRD Bengkalis Eji Marlina.
Melalui pelaksanaan KKN-PPM UGM Tahun 2026, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi ekonomi serta menjaga kelestarian lingkungan desa-desa pesisir di Kabupaten Bengkalis.(info/sau)


