KAMPAR– Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mulai memprioritaskan perbaikan sejumlah ruas jalan kabupaten yang mengalami kerusakan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya memastikan kelancaran mobilitas masyarakat, khususnya menghadapi meningkatnya arus mudik dan aktivitas warga selama masa lebaran.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kampar Afrudin Amga mengatakan, percepatan penanganan jalan rusak merupakan tindak lanjut arahan Bupati Kampar Ahmad Yuzar dan Wakil Bupati Misharti agar jalur-jalur utama masyarakat dapat segera diperbaiki sebelum Idulfitri.
Menurutnya, pemerintah daerah berkomitmen memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman, terutama pada ruas jalan yang memiliki tingkat mobilitas tinggi menjelang hari besar keagamaan.
“Tahun ini pola kerja sedikit berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya Unit Pelaksana Teknis (UPT) siaga penuh melakukan perbaikan secara langsung, sekarang mekanisme kerja dilakukan dengan koordinasi yang lebih luas bersama instansi terkait, namun penanganan jalan prioritas tetap menjadi perhatian utama,” ujar Afrudin Amga, Kamis (5/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa meskipun pola kerja mengalami penyesuaian, Dinas PUPR Kabupaten Kampar tetap melakukan pemantauan secara intensif terhadap kondisi ruas jalan yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten, terutama jalur yang banyak dilalui masyarakat selama arus mudik.
Selain itu, koordinasi juga terus dilakukan dengan Balai Jalan Nasional Kementerian PUPR serta Dinas PUPR Provinsi Riau untuk memastikan penanganan cepat terhadap ruas jalan yang berada di bawah kewenangan pemerintah pusat dan provinsi.
“Kita tetap berkoordinasi dengan Balai Jalan Nasional dan juga Dinas PUPR Provinsi Riau. Jika ditemukan kendala di lapangan pada ruas jalan kewenangan mereka, biasanya langsung kita sampaikan agar segera ditindaklanjuti,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kondisi cuaca, khususnya pada musim hujan, menjadi salah satu tantangan dalam menjaga kualitas infrastruktur jalan. Beberapa ruas jalan rawan mengalami kerusakan bahkan longsor ketika curah hujan meningkat.
Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah ruas jalan nasional di kawasan Rantau Berangin yang kerap mengalami longsor saat terjadi hujan lebat maupun cuaca ekstrem.
“Untuk ruas jalan kewenangan pemerintah pusat seperti di kawasan Rantau Berangin, kita tetap menyiagakan alat berat sebagai langkah antisipasi apabila terjadi longsor atau gangguan di lapangan. Ini bentuk dukungan kita agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat,” terangnya.
Sementara itu, untuk ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Kampar, perbaikan tetap menjadi prioritas utama sesuai arahan pimpinan daerah guna mendukung kelancaran aktivitas masyarakat.
Sebagai langkah awal percepatan penanganan, Dinas PUPR Kabupaten Kampar merencanakan perbaikan pada sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan cukup parah, salah satunya Jalan Suka Karya di Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang.
Menurut Afrudin Amga, ruas jalan tersebut cukup sering dikeluhkan masyarakat karena terdapat banyak lubang yang berpotensi mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
“Insya Allah dalam waktu dekat kita mulai melakukan perbaikan di Jalan Suka Karya Desa Tarai Bangun. Lubang-lubang yang mengganggu mobilitas masyarakat akan segera ditangani agar akses transportasi masyarakat menjadi lebih lancar,” ujarnya.
Ia berharap melalui percepatan perbaikan infrastruktur jalan tersebut, kondisi jalan di Kabupaten Kampar semakin baik sehingga mampu mendukung kelancaran arus transportasi masyarakat selama periode mudik dan perayaan Idulfitri.
Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Dinas PUPR juga akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi infrastruktur jalan di berbagai wilayah sebagai bagian dari komitmen menghadirkan pelayanan publik yang optimal bagi masyarakat.***


