6 Desember 2025
Riau - Indonesia
BERITA Kampar

Disdikpora Dukung SDN 016 Bukit Ranah Hidupkan Kembali Tradisi Khitan Kampar pada Peringatan HUT Ke-80 PGRI

Kampar – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-80, UPT SDN 016 Bukit Ranah, Kecamatan Kampar menyelenggarakan Pentas Seni dengan mengusung tema “Membangkitkan Batang Kayu Taghondam: Khitan Tradisional Kabupaten Kampar”.

Acara tersebut digelar di halaman sekolah pada Kamis (27/11/2025). Acara ini mendapatkan dukungan dari Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kampar.

Kegiatan berlangsung meriah dan dihadiri oleh Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar Disdikpora Kabupaten Kampar, Yolanda Sri Rahayu.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi tinggi dan rasa bangga terhadap upaya sekolah dalam mengangkat kembali budaya Kampar yang mulai jarang dikenal masyarakat.

“Kegiatan ini mengingatkan kita bahwa ada budaya luhur yang perlu dijaga dan dilestarikan. Sesuai tema yang diusung, ‘Membangkitkan Batang Kayu Taghondam’, ini merupakan upaya untuk menghidupkan tradisi yang hampir hilang,” ujar Yolanda.

Ia juga mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat keluarga besar SDN 016 Bukit Ranah, serta berharap kegiatan dapat berlangsung sukses. Yolanda memberikan penghargaan kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Dina Susanti, M.Pd.

“Kami berharap anak-anak dan masyarakat tidak melupakan warisan budaya penuh nilai sejarah serta adat istiadat Melayu Kampar,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SDN 016 Bukit Ranah, Dina Susanti MPd menjelaskan bahwa pentas seni ini bukan hanya pertunjukan semata, tetapi juga sarana edukasi untuk mengenalkan tradisi khitan khas Kampar kepada generasi muda.

“Khitan tradisional di Kabupaten Kampar dikenal sejak masa leluhur sebagai bagian penting dalam perjalanan seorang anak laki-laki menuju kedewasaan. Selain bernilai agama sesuai ajaran Islam, tradisi ini juga kaya nilai adat dan budaya Melayu Kampar,” jelas Dina.

Ia menuturkan bahwa dalam prosesi khitan tradisional, anak yang akan dikhitan biasanya diarak menuju Sungai Kampar dan diiringi musik gubano untuk mandi sebelum memasuki prosesi inti. Tradisi ini menjadi identitas budaya yang patut dijaga kelestariannya.

Pada pentas seni tersebut, tiga siswa menjalani prosesi khitan langsung oleh mantri, sementara siswa lainnya menampilkan berbagai atraksi budaya seperti basiacuong dan tari tradisional khas daerah Kampar. Seluruh penampilan berlangsung meriah dan berhasil memukau para tamu undangan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Komite SDN 016 Bukit Ranah, para kepala sekolah dari sekolah sekitar, wali murid, serta masyarakat setempat yang memberikan dukungan dan apresiasi.***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *