29 Oktober 2026
Riau - Indonesia
BERITA Kampar

Hadiri HUT ke-49 Desa Pulau Birandang, Wabup Misharti Puji Konsistensi Pelestarian Tradisi Ma’aghak Suwèk

KAMPAR — Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti mendorong tradisi Ma’aghak Suwèk (arak-arakan Al-Qur’an raksasa) di Desa Pulau Birandang, Kecamatan Kampa, untuk masuk ke dalam kalender pariwisata resmi Kabupaten Kampar. Prosesi sakral yang sarat nilai religius dan budaya ini dinilai memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata daerah.

Hal tersebut disampaikan Misharti saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-49 Desa Pulau Birandang yang dirangkai dengan tradisi Ma’aghak Suwèk, Rabu (28/10/2026).

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kampar, tentu kami mengucapkan selamat ulang tahun ke-49 kepada Desa Pulau Birandang,” ujar Misharti.

Ia menjelaskan, Ma’aghak Suwèk merupakan tradisi budaya turun-temurun yang konsisten dijaga oleh pemerintah desa bersama masyarakat. Tradisi ini memiliki makna mendalam sebagai wujud ikhtiar spiritual dan doa kepada Allah SWT agar diberikan keberkahan, rahmat, perlindungan, serta dijauhkan dari berbagai marabahaya.

Menurut Misharti, tradisi tersebut juga berkaitan erat dengan harapan masyarakat agar tanah pertanian tetap subur dan menghasilkan panen yang baik, khususnya tanaman padi yang menjadi tumpuan hidup warga setempat.

“Budaya Ma’aghak Suwèk ini sangat bagus karena kita diingatkan bahwa tempat memohon hanya kepada Allah. Kita memohon keberkahan, rahmat, dan perlindungan agar tanah-tanah kita subur dan terhindar dari marabahaya,” katanya.

Potensi Wisata Budaya Kampar Misharti memberikan apresiasi tinggi kepada Kepala Desa Pulau Birandang dan warganya yang konsisten mempertahankan tradisi ini hingga terlaksana secara rutin. Ia berharap kegiatan tersebut terus berlanjut dan diwariskan kepada generasi muda.

Ia menilai, Ma’aghak Suwèk memiliki semangat pelestarian budaya yang selaras dengan tradisi lain di Kampar, seperti Pacu Sampan di Buluh Cina, Barolek Godang, dan tradisi Lomang yang menjadi identitas masyarakat setempat.

“Kabupaten Kampar sebenarnya memiliki kalender pariwisata. Mudah-mudahan kegiatan Ma’aghak Suwèk ini juga bisa kita masukkan menjadi salah satu agendanya,” ungkap Misharti.

Dengan masuknya tradisi ini ke dalam kalender pariwisata, ia berharap perhatian terhadap pelestarian budaya lokal semakin meningkat, sekaligus mampu memperkenalkan kekayaan tradisi Kampar kepada khalayak yang lebih luas serta mendongkrak ekonomi masyarakat.

Kehadiran Tokoh dan Pejabat Perhelatan HUT desa dan tradisi ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti, Anggota DPR RI Dr. H. Syahrul Aidi Ma’azat, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau H. Tekad Parbatas Setia Dewa, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kampar Nur Ilahi Ali, Camat Kampa Tengku Fazli Redwan, Kepala Desa Pulau Birandang Thomas Renaldo, tokoh adat, serta seluruh warga masyarakat Pulau Birandang.(adv)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *