KAMPAR — Kebun Raya Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai (UP) dinilai memiliki potensi besar menjadi kawasan konservasi yang berperan dalam pelestarian keanekaragaman hayati, pendidikan lingkungan, sekaligus mendorong perekonomian masyarakat.
Penilaian tersebut disampaikan Nur Nisha Mohd Idrus dari Taman Putrajaya Botanical Garden, Malaysia, saat mengunjungi Kebun Raya Universitas Pahlawan bersama delegasi dan pakar internasional peserta International Symposium 2026, Jumat (9/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Nur Nisha mengamati potensi pengembangan kebun raya, mulai dari keragaman koleksi tumbuhan, sistem pemeliharaan, hingga perencanaan pengelolaan kawasan untuk masa mendatang.
Menurutnya, kunjungan dan pertukaran pengalaman antarpengelola taman botani menjadi kesempatan penting untuk meningkatkan kualitas pengelolaan kebun raya, terutama dalam menjaga koleksi tumbuhan dan memastikan keberlanjutan kawasan.
“Banyak yang bisa kita pelajari, mulai dari keragaman koleksi yang ada, bagaimana cara pemeliharaannya, hingga bagaimana kebun raya ini dapat membantu masyarakat pada masa mendatang dari segi ekonomi,” ujarnya di sela-sela kegiatan trekking di Kebun Raya UP.
Ia juga menyoroti rencana pembukaan Kebun Raya Universitas Pahlawan bagi masyarakat umum. Menurutnya, langkah tersebut berpotensi memperluas fungsi kebun raya, tidak hanya sebagai kawasan konservasi, tetapi juga sebagai ruang edukasi dan pengembangan kegiatan yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Meski demikian, Nur Nisha mengingatkan bahwa keberadaan kebun raya tidak semestinya dinilai semata-mata berdasarkan potensi pendapatan. Kawasan tersebut memiliki nilai ekologis yang penting bagi keberlangsungan kehidupan dan keseimbangan lingkungan.
Ia menjelaskan, tumbuhan berperan dalam menghasilkan oksigen dan menyerap karbon. Karena itu, pelestarian kawasan hijau memiliki manfaat jangka panjang yang tidak dapat diukur hanya dengan nilai ekonomi.
“Warisan alam seperti ini sangat berharga. Kalau sudah hilang, kita akan kehilangan sesuatu yang penting. Nilainya berkaitan dengan kehidupan, termasuk manfaat tumbuhan yang menghasilkan oksigen dan menyerap karbon,” tuturnya.
Lebih jauh, Nur Nisha memandang kebun raya sebagai ruang pembelajaran yang terus berkembang seiring pertumbuhan dan perubahan tumbuhan di dalamnya. Proses pertumbuhan tanaman, mulai dari munculnya daun hingga perkembangan vegetasi, dapat menjadi sumber pengetahuan yang berkelanjutan bagi peneliti, pelajar, dan masyarakat.
Dengan demikian, kebun raya tidak hanya berfungsi sebagai tempat koleksi berbagai jenis tumbuhan, tetapi juga sebagai sarana pendidikan, penelitian, dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
Selain melakukan pengamatan, Nur Nisha bersama para delegasi dan pakar internasional peserta International Symposium 2026 juga mengikuti kegiatan penanaman pohon di kawasan White House Kebun Raya Universitas Pahlawan. Kegiatan tersebut dipimpin Rektor Universitas Pahlawan, Prof. Dr. Amir Luthfi.
Penanaman pohon ini menjadi bagian dari upaya memperkuat komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati. Keterlibatan para pakar internasional juga membuka peluang pertukaran pengetahuan dan pengembangan kolaborasi dalam pengelolaan kawasan hijau secara berkelanjutan.
Nur Nisha menilai, konsistensi pengelolaan yang berorientasi pada pelestarian menjadi salah satu kunci agar Kebun Raya Universitas Pahlawan terus berkembang dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Di akhir kunjungannya, ia menyampaikan harapan agar pengelola terus menjaga komitmen dalam merawat dan melestarikan kawasan tersebut.
“Teruskan usaha dan teruskan kelestarian taman ini sampai bila-bila,” pesannya.
Apresiasi tersebut menjadi dorongan bagi Universitas Pahlawan untuk terus mengembangkan kebun raya sebagai aset konservasi yang tidak hanya mendukung pelestarian keanekaragaman hayati, tetapi juga memperkuat pendidikan lingkungan dan membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kampar.(tn)


