19 Oktober 2026
Riau - Indonesia
BERITA Kampar

Bupati Kampar Serahkan Proposal Pembangunan Museum Muara Takus kepada Menteri Kebudayaan RI

KAMPAR – Bupati Kampar, H. Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T., menyampaikan proposal pembangunan Museum Muara Takus dan penataan kawasan inti Candi Muara Takus kepada Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc., saat kunjungan kerja di Kompleks Cagar Budaya Candi Muara Takus, Desa Muara Takus, Kecamatan XIII Koto Kampar, Ahad (18/10/2026).

Usulan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kampar untuk memperkuat pelestarian warisan sejarah sekaligus mengembangkan kawasan candi sebagai pusat edukasi, penelitian, dan wisata budaya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ahmad Yuzar menyampaikan bahwa pembangunan museum, penataan taman, serta pembenahan sarana dan prasarana pendukung merupakan kebutuhan penting untuk meningkatkan kualitas pengelolaan kawasan Candi Muara Takus.

Menurutnya, upaya tersebut memerlukan sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, khususnya dalam pelaksanaan program yang menjadi kewenangan Kementerian Kebudayaan dan unit pelaksana teknis terkait.

“Kami berharap dukungan Bapak Menteri untuk pembangunan Museum Muara Takus dan penataan kawasan inti candi, termasuk taman serta sarana pendukung lainnya. Kami menyampaikan proposal ini karena pengembangan kawasan tersebut memerlukan sinergi dengan pemerintah pusat, terutama untuk pekerjaan yang berada dalam kewenangan Kementerian Kebudayaan dan Balai Pelestarian Kebudayaan,” ujar Ahmad Yuzar.

Ia menjelaskan, Candi Muara Takus memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya yang dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Dengan pengelolaan yang terencana dan berkelanjutan, pengembangan kawasan ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, membuka peluang usaha, mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyambut baik upaya Pemerintah Kabupaten Kampar dalam mendorong pelestarian dan pengembangan Candi Muara Takus.

Setelah meninjau sejumlah bagian kompleks candi, ia menyampaikan dukungan terhadap langkah-langkah pelestarian, antara lain penanganan pertumbuhan lumut, penelitian terhadap bagian situs yang belum terungkap secara menyeluruh, serta perbaikan bagian bangunan yang mengalami kerusakan sesuai dengan kaidah pelestarian cagar budaya.

Fadli Zon juga meminta Pemkab Kampar melakukan pemetaan dan inventarisasi kebutuhan pengembangan kawasan, termasuk aspek ketersediaan lahan dan kesiapan teknis.

Menurutnya, penelitian lanjutan yang melibatkan para ahli arkeologi sangat penting untuk memperdalam pemahaman mengenai sejarah, struktur bangunan, serta potensi temuan arkeologis di sekitar kompleks candi.

Dalam peninjauan tersebut, Direktur Warisan Budaya Kementerian Kebudayaan RI, Dr. Agus Widiatmoko, S.S., M.M., turut memberikan perhatian terhadap nilai sejarah dan karakter arkeologis Candi Muara Takus. Pembahasan juga mencakup keterkaitan kawasan tersebut dengan sejarah regional, termasuk periode Sriwijaya, yang perlu terus dikaji melalui penelitian ilmiah untuk memperoleh pemahaman sejarah yang lebih komprehensif.

Kompleks Candi Muara Takus memiliki nilai penting sebagai warisan arkeologis yang mencerminkan perkembangan kebudayaan dan kehidupan keagamaan pada masa lampau. Keberadaan bangunan stupa, struktur batu dan bata, serta berbagai tinggalan arkeologis menjadikan kawasan ini penting untuk penelitian dan pendidikan sejarah.

Oleh karena itu, setiap rencana pemugaran, pembangunan fasilitas pendukung, maupun penataan kawasan harus mengacu pada kajian teknis dan arkeologis serta ketentuan pelindungan cagar budaya. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan bahwa pengembangan kawasan tetap menjaga keaslian, integritas, dan nilai sejarah Candi Muara Takus.

Anggota DPR RI, Syahrul Aidi Maazat, Lc., M.A., turut mendukung upaya Pemkab Kampar dalam memperjuangkan pengembangan kawasan Candi Muara Takus.

Ia berharap kunjungan Menteri Kebudayaan dapat ditindaklanjuti melalui program nyata sehingga berbagai kebutuhan pelestarian dan pengembangan yang diusulkan pemerintah daerah memperoleh perhatian sesuai dengan kewenangan masing-masing.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, AP., M.Si., yang hadir mewakili Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengapresiasi kunjungan Menteri Kebudayaan RI.

Ia berharap dukungan pemerintah pusat dapat memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan Pemerintah Kabupaten Kampar dalam menjaga kelestarian cagar budaya sekaligus mengoptimalkan potensinya bagi pembangunan daerah.

Kunjungan tersebut turut dihadiri budayawan dan sastrawan asal Riau, Taufiq Ikram Jamil; Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IV, Kristanto Januardi, S.S., M.M.; perwakilan Dinas Kebudayaan Provinsi Riau; serta unsur pemerintah daerah, pemerintah desa, dan kelompok sadar wisata. Penjaga situs cagar budaya, Zulkifli, juga memberikan penjelasan mengenai sejarah penemuan, kondisi bangunan, dan material yang digunakan pada kompleks candi.

Melalui penyampaian proposal tersebut, Pemerintah Kabupaten Kampar menegaskan komitmennya untuk mendorong pembangunan Museum Muara Takus dan penataan kawasan candi secara terpadu dengan tetap mengutamakan prinsip pelestarian.

Upaya ini diharapkan menjadikan Candi Muara Takus tidak hanya sebagai warisan sejarah yang terjaga, tetapi juga sebagai pusat edukasi, penelitian, dan wisata budaya yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung kemajuan Kabupaten Kampar.(adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *