KAMPAR – Sebanyak 131 karateka mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) KYU Institut Karate-Do Nasional (Inkanas) Pengurus Cabang (Pengcab) Kampar Semester I Tahun 2026 yang digelar di Aula Sanika Satyawada Polres Kampar, Jalan Prof M Yamin, Bangkinang Kota, Minggu (21/6/2026). Peserta yang mengikuti ujian berasal dari Kabupaten Kampar dan Kabupaten Rokan Hulu.
Ketua Umum Pengcab Inkanas Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang, S.I.K., melalui Sekretaris Umum Pengcab Inkanas Kampar, Satya Budhi Pratama, mengatakan dari total 131 peserta, sebanyak 121 karateka berasal dari Kabupaten Kampar dan 10 peserta lainnya berasal dari Kabupaten Rokan Hulu.
“Total peserta UKT semester I tahun 2026 sebanyak 131 orang. Peserta dari Kampar masih mendominasi dengan jumlah 121 karateka, sedangkan dari Rokan Hulu sebanyak 10 orang,” ujar Satya usai kegiatan.
Menurutnya, antusiasme para karateka dalam mengikuti UKT tahun ini cukup tinggi. Bahkan, jumlah peserta asal Kampar mengalami peningkatan dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.
“Kami berharap jumlah peserta terus meningkat, tidak hanya dari Kampar, tetapi juga dari daerah lain yang ikut bergabung dalam pembinaan Inkanas,” katanya.
Satya juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan dengan menyediakan fasilitas tempat yang representatif sehingga seluruh rangkaian ujian berjalan dengan lancar.
“Dukungan dari Bapak Kapolres Kampar sangat besar. Tempat yang disediakan sangat representatif sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan baik dan nyaman,” ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang tim penguji, Diko Rahman, menilai kemampuan para peserta UKT tahun ini menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut terlihat dari penguasaan teknik, kesiapan fisik, serta mental para karateka saat menjalani ujian.
“Kami melihat perkembangan anak-anak cukup luar biasa. Harapannya pada pelaksanaan UKT berikutnya jumlah peserta semakin bertambah dan kualitasnya juga semakin meningkat,” ujarnya.
Menurut Diko, peningkatan kualitas atlet tidak hanya bergantung pada latihan di dojo, tetapi juga membutuhkan dukungan dan kolaborasi yang baik antara pelatih, orang tua, serta perguruan agar pembinaan atlet usia dini dapat berjalan maksimal.
“Kerja sama antara orang tua dengan dojo harus terus diperkuat agar latihan lebih optimal dan kompetensi atlet semakin meningkat,” katanya.
Hal senada disampaikan penguji lainnya, Bisma Al Ibra. Ia mengingatkan para karateka muda agar tetap konsisten berlatih dan tidak mudah merasa jenuh. Salah satu cara untuk menjaga motivasi, kata dia, adalah dengan rutin mengikuti berbagai kejuaraan maupun event pertandingan.
“Anak-anak perlu sering diikutsertakan dalam kompetisi agar semangat berlatih tetap terjaga dan mereka memiliki target untuk terus berkembang,” ujarnya.
Pengurus Pengcab Inkanas Kampar berharap pelaksanaan UKT tidak hanya menjadi sarana evaluasi kenaikan sabuk, tetapi juga menjadi momentum membangun mental bertanding, meningkatkan kemampuan teknik, stamina, serta daya juang karateka muda di Kabupaten Kampar dan daerah sekitarnya.(tn)


