21 Mei 2026
Riau - Indonesia
BERITA Rohul

Tradisi Mandai Ulu Taon Napitu Huta di Rokan Hulu Kian Mendunia

ROKAN HULU – Tradisi leluhur masyarakat Mandailing, Mandai Ulu Taon Napitu Huta, kembali digelar khidmat di Kabupaten Rokan Hulu, Riau, Rabu (20/5/2026). Ribuan warga memadati kawasan Bagas Rarangan Boru Namora Suri Andung Jati untuk mengikuti prosesi adat yang sarat nilai budaya, sejarah, dan kebersamaan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Rokan Hulu sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian adat dan budaya masyarakat Melayu-Mandailing di tengah derasnya arus modernisasi.

Mandai Ulu Taon bukan sekadar tradisi makan bersama. Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun selama ratusan tahun itu menjadi simbol persatuan, rasa syukur, penghormatan terhadap leluhur, serta pengingat pentingnya menjaga identitas budaya.

Di tengah pengaruh globalisasi dan budaya digital yang mulai menggeser nilai-nilai adat di berbagai daerah, masyarakat Napitu Huta justru tetap menunjukkan komitmen kuat menjaga warisan leluhur agar tetap hidup dan dikenal generasi muda.

Suasana sakral terlihat sepanjang prosesi berlangsung. Tokoh adat, pemuka masyarakat, unsur pemerintah, hingga kalangan generasi muda larut dalam rangkaian kegiatan budaya yang penuh makna filosofis tentang persaudaraan dan kebersamaan.

Tradisi Mandai Ulu Taon digelar untuk mengenang perjuangan Boru Namora Suri Andung Jati, tokoh perempuan Mandailing yang dihormati masyarakat sebagai simbol keberanian, kepemimpinan, dan pemersatu masyarakat Mandailing di Rokan Hulu.

Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil panen dan kehidupan yang berjalan harmonis.

Dalam sambutannya, Pj Sekda Rokan Hulu menegaskan pentingnya menjaga adat dan budaya sebagai identitas daerah yang tidak boleh hilang ditelan zaman.

“Tradisi adalah kekuatan bangsa. Ketika budaya hilang, maka jati diri daerah ikut hilang,” ujarnya.

Masyarakat menilai kehadiran pemerintah dalam acara adat tersebut menjadi bentuk penghormatan nyata terhadap sejarah dan budaya lokal. Dukungan itu dinilai penting di tengah kekhawatiran semakin jauhnya generasi muda dari akar tradisi akibat pengaruh media sosial dan budaya luar.

Kini, Mandai Ulu Taon tidak lagi dipandang sebagai tradisi lokal semata. Tradisi tersebut mulai mendapat perhatian luas karena memiliki nilai budaya, sejarah, serta potensi wisata adat yang mampu menarik perhatian nasional hingga mancanegara.

Nilai gotong royong, makan bersama, penghormatan kepada leluhur, serta persatuan lintas marga yang terkandung dalam tradisi itu dinilai tetap relevan di tengah kehidupan modern saat ini.

Pelaksanaan Mandai Ulu Taon juga menjadi bukti bahwa Kabupaten Rokan Hulu tidak hanya kaya sumber daya alam, tetapi juga memiliki warisan budaya yang hidup dan terus dijaga masyarakatnya.

Tradisi tersebut menunjukkan bahwa modernisasi tidak harus menghapus identitas lokal, melainkan dapat berjalan berdampingan dengan adat dan nilai luhur warisan nenek moyang.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *