18 Oktober 2026
Riau - Indonesia
BERITA Kampar

Dinas Pertanian Kampar Dorong Penguatan KTNA untuk Dukung Swasembada Pangan

KAMPAR  – Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura menggelar Rembug Paripurna Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Kampar di Aula Stanum Bangkinang, Selasa (28/4/2026).

Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat kelembagaan petani dan nelayan, menyerap aspirasi, serta merumuskan program kerja yang selaras dengan upaya mewujudkan kemandirian petani dan swasembada pangan.

Rembug Paripurna KTNA tersebut dibuka oleh Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T., yang diwakili Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Kampar, Drs. Muhammad.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kampar Nur Ilahi Ali, S.P., M.M.A., anggota DPRD Kabupaten Kampar Eko Sutrisno, serta jajaran pengurus KTNA dari seluruh kecamatan di Kabupaten Kampar.

Mengusung tema “Penguatan Kelembagaan sebagai Mitra Strategis Pemerintah Daerah dalam Mencapai Kemandirian Petani dan Swasembada Pangan”, pertemuan ini membahas program kerja organisasi, kebijakan pembangunan pertanian, aspirasi petani dan nelayan, serta berbagai langkah strategis untuk menjawab tantangan sektor pertanian dan perikanan di Kabupaten Kampar.

Dalam sambutannya, Asisten II Setda Kampar Drs. Muhammad menyampaikan apresiasi kepada KTNA yang selama ini berperan sebagai wadah aspirasi dan perjuangan petani serta nelayan. Menurutnya, KTNA merupakan organisasi profesi yang bersifat sosial dan ekonomi, tumbuh dari masyarakat, serta berperan menjembatani kepentingan petani dan nelayan dari tingkat desa hingga nasional.

Ia menegaskan bahwa keberadaan KTNA sangat penting dalam mendukung pembangunan sektor pertanian dan perikanan, terutama melalui penguatan kapasitas kelembagaan, peningkatan kompetensi anggota, serta penyampaian aspirasi dan kebutuhan petani kepada pemerintah.

“Sebagai wadah yang memperjuangkan nasib para petani, KTNA Kampar harus diisi oleh mereka yang benar-benar memahami dunia pertanian dan mengetahui dengan jelas pasang surut kehidupan keluarga petani,” ungkap Muhammad.

Ia juga berharap kepengurusan KTNA yang terbentuk nantinya mampu menjalankan organisasi secara aktif, memperjuangkan kepentingan petani dan nelayan, serta membangun kemitraan yang kuat dengan pemerintah daerah.

Menurutnya, sinergi antara KTNA dan pemerintah sangat dibutuhkan agar berbagai program pembangunan pertanian dapat berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Melalui Rembug KTNA Kabupaten Kampar tahun 2026 ini, kita berharap dapat menghasilkan program kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat petani dan nelayan, menjawab berbagai persoalan yang dihadapi, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan sesuai dengan visi dan misi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kampar, Nur Ilahi Ali, menyampaikan bahwa Kabupaten Kampar memiliki potensi pertanian yang besar dan perlu terus dikembangkan melalui inovasi, peningkatan produktivitas, serta penguatan peran kelembagaan petani.

Menurutnya, potensi tersebut harus didukung dengan program yang berkelanjutan agar mampu meningkatkan hasil produksi, memperkuat daya saing sektor pertanian, serta membuka peluang investasi di daerah.

Ia juga mengapresiasi seluruh jajaran KTNA yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan rembug paripurna tersebut. Ia berharap forum ini dapat melahirkan kepengurusan baru yang lebih aktif, inovatif, dan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong kemajuan pertanian di Kabupaten Kampar.

“Saya berterima kasih kepada seluruh jajaran yang telah berpartisipasi. Melalui Rembug Paripurna KTNA Kabupaten Kampar ini, kita berharap kepengurusan yang baru semakin bersemangat dan bergairah. Hal ini penting karena peningkatan hasil panen harus diiringi dengan inovasi yang berkelanjutan,” ujar Nur Ilahi Ali.

Melalui Rembug Paripurna KTNA Kabupaten Kampar tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Kampar berharap terbangun koordinasi dan kemitraan yang semakin kuat antara pemerintah, organisasi petani dan nelayan, serta seluruh pemangku kepentingan. Penguatan kelembagaan tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas, kesejahteraan petani dan nelayan, serta mendukung terwujudnya kemandirian dan swasembada pangan di Kabupaten Kampar. (Adv)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *