6 Desember 2025
Riau - Indonesia
BERITA

Satpol PP Kampar Gencarkan Sosialisasi Moral di Sekolah, 105 Pelanggaran Dicatat Sepanjang 2024

KAMPAR, TN45.COM — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kampar menggencarkan program Pol PP in Action sebagai upaya preventif untuk menjaga moral generasi muda. Program ini menyasar kalangan pelajar di berbagai sekolah di wilayah Kampar.

Sepanjang tahun 2024, Satpol PP mencatat sebanyak 105 kasus pelanggaran moral yang mayoritas melibatkan remaja dan pelajar. Bentuk pelanggaran tersebut antara lain membolos sekolah, merokok, dan berkumpul di tempat sepi saat jam pelajaran berlangsung.

Kepala Satpol PP Kampar, Arizon, mengungkapkan keprihatinannya terhadap maraknya pelajar yang kedapatan berada di luar lingkungan sekolah saat jam belajar.

“Berdasarkan hasil evaluasi, kami menemukan banyak pelajar berkeliaran di tempat-tempat sepi pada saat jam pelajaran. Bahkan, sebagian dari mereka terlibat dalam aktivitas yang bertentangan dengan norma sosial,” jelas Arizon, Kamis (24/7/2025).

Menanggapi kondisi tersebut, Satpol PP Kampar meluncurkan program penyuluhan ke sekolah-sekolah dengan nama Pol PP in Action. Beberapa sekolah yang telah dikunjungi dalam program ini antara lain SMP Negeri 1 Bangkinang, SMA Negeri 1 Bangkinang, dan SMA Negeri 2 Bangkinang. Kegiatan akan terus berlanjut ke sekolah-sekolah lain di seluruh kecamatan hingga Agustus 2025.

“Tujuan utama sosialisasi ini adalah menanamkan kesadaran kepada pelajar agar menjaga moralitas, menjauhi perilaku menyimpang, dan fokus meraih cita-cita mereka,” tambah Arizon.

Program ini dilaksanakan oleh tim khusus beranggotakan tujuh personel Satpol PP yang secara bergiliran mengunjungi sekolah sesuai jadwal yang telah disusun. Dalam kegiatan sosialisasi, para pelajar diberikan edukasi mengenai bahaya merokok, risiko membolos, dan dampak negatif nongkrong di lokasi yang tidak semestinya selama jam sekolah.

Arizon juga menekankan pentingnya sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mendidik serta mengawasi perilaku anak-anak.

“Kami berharap pihak sekolah dan orang tua turut aktif memantau dan membimbing pelajar agar tidak terjerumus ke dalam perilaku menyimpang,” tutupnya.***

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *