BANGGKINANG – Untuk meningkatkan produksi pangan khususnya tanaman Padi di Kabupaten Kampar, Dinas Pertanian dan Hortikultura Kampar melaksanakan program pengembangan padi sawah.
Di 2023 lalu, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kampar sudah berhàsil mengembangkan padi sawah seluas 500 hektare dan di 2024 ini ditambah menjadi 650 hektare.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kampar Nur Ilahi Ali melalui Kasi Tanaman Pangan Budi Hantana mengatakan, pada tahun ini Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura terus melakukan inovasi dengan program pengembangan padi sawah dengan lahan seluas 650 hektar yang tahun sebelumnya hanya 500 hektare.
“Pada 2024 ini di seksi Pangan Bidang Produksi dan Hortikultura kita kembali meneruskan program pengembangan padi sawah dengan menambah lahan seluas 150 hektare lagi yang sebelumnya 500 hektar menjadi 650 hektare,” ujar Budi saat ditemui di kantor, Jumat (26/4/2024).
Selain itu, kata Budi di seksi Pangan juga membuat penangkaran padi sawah yang dikembangkan di dua kecamatan yaitu, Kecamatan Kampar Kiri di Desa Sungai Geringging dan Kecamatan Bangkinang di Desa Binuang dan Desa Muara Uwai.
“Untuk penangkaran padi sawah ini seluas 10 hektare, 5 hektar di Desa Sungai Geringging Kecamatan Kampar Kiri dan 5 hektare lagi di Desa Binuang dan Muara Uwai Kecamatan Bangkinang. Untuk di Desa Sungai Geringging Dinas Pertanian Kampar sudah memiliki BBU (Balai Benih Umum) dengan lahan seluas 13 hektare,” sambung Budi.
Lanjut Budi, benih yang ditangkarkan ini adalah jenis benih label ungu yang nantinya akan menghasiljan benih dengan label biru yang merupakan varitas nasional yang diambil dari Pelalawan dan Sumatera Barat.
“Dengan adanya penangkaran padi sawah ini kita berharap benih yang dihasilkan nanti akan bisa digunakan para kelompok tani yang ada di Kabupaten Kampar karena kita sudah mempunyai lahan seluas 3.320 hektare,” tutupnya.(adv)


