Bangkinang – Penjabat (Pj) Bupati Kampar H. DR. Kamsol, MM menghadiri Halal Bihalal dengan Lembaga Adat Kampar (LAK) sekaligus menyaksikan Pisah Ssambut Bupati Kampar Periode 2019-2022 H. Catur Sugeng Susanto, SH, MH dengan LAK. Acara tersebut dipusatkan di Balai Adat Kabupaten Kampar pada Rabu (25/5).
Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Kampar Periode 2019-2022 Catur Sugeng Susanto, SH, MH, Forkopimda Kabupaten Kampar, Ketua Lembaga Adat Kampar Drs. Yusri, M,Si, Kepala Dinas/Badan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Kampar dan Ninik Mamak di 64 Kenegerian di Kabupaten Kampar serta Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama serta para undangan lainnya.
Dalam Arahannya Pj. Bupati Kampar H. DR. Kamsol, MM menyampaikan lembaga Adat Kampar adalah merupakan wadah tempat berkumpulnya para ninik mamak pemangku adat di 62 Kenegerian di Kabupaten Kampar yang merupakan jantungnya adat orang Kampar. Lembaga Adat Kampar inilah yang akan mengfungsikan dan mempergunakan serta memberlakukan kembali aturan hukum adat dalam kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Kampar.
Beliau juga menyampaikan aturan adat tersebut diharapkan akan menjadi tuan di negeri sendiri, sebagai jati diri Kampar orang beradat dalam segala bidang kehidupan. Sehubungan dengan itu pula Pemerintah Kabupaten Kampar tetap berkomitmen untuk bersama-sama dalam membangun Kampar yang lebih baik, maju dan berkembang dalam kerangka tali bapilin tigo, tigo tungku sajoghangan, artinya saya mengajak semua elemen masyarakat, Alim Ulama, Ninik Mamak, bersama pemerintah, bersatu, dengan tugas dan fungsi masing- masing.
“Mari kita berjuang bersama, bersinergi, karna saya yakin dengan kita saling bahu membahu bekerja sama, akan terwujud apa yang kita impikan, yakni Kampar yang lebih sejahtera. Untuk itu kami dalam menjalankan roda pemerintahan selalu berikhtiar untuk bersama-sama membangun negeri yang kita cintai ini” ujarnya.
Dipaparkanya juga dengan kondisi geografis daerah yang sangat luas, keberagaman masyarakat berikut dengan adat istiadatnya, kita pun dihadapkan dengan tantangan pembangunan dan sosial kemasyarakatan yang tidak ringan, tantangan demi tantangan tersebut dapat kita atasi dan kita lewati di bawah satu payung panji ”dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung”.
“Basamo mambolo nagoghi merupakan kelanjutan dari ”tali bapilin tigo menuju masyarakat kampar sejahtera”, Seperti kita ketahui bersama bahwa masyarakat Kampar adatnya bersandikan syara, syara bersandikan kitabullah dan sunnatullah agama” ucap DR. Kamsol.
Diakhir Arahannya DR. Kamsol menyampaikan dan mengajak Ninik Mamak, Tokoh Agama merawat negeri, meneruskan upaya-upaya yang telah dirintis para pendahulu, mewujudkan Kabupaten Kampar menjadi ’negeri yang Baldatun Thoyibatun Warobbun Ghofur”.
Sementara itu Ketua Lembaga Adat Kampar Datuk Bandaro Mudo Drs. Yusri, M,Si dalam keterangannya usai mendampingi acara Halal Bihalal dan Pisah Sambut Bupati Kampar Periode 2019-2022 Catur Sugeng Susanto mengatakan bahwa acara ini ditaja untuk melepas Catur Sugeng Susanto sekaligus meperkenalkan Pj. Bupati Kampar kepada ninik mamak se-kabupaten Kampar.
Datuk Bandaro Mudo itu juga mengatakan, dengan bersinerginya tali Bapilin Tigo, Tigo Tungku sejarangan, ada Ulama, Pemerintah dan Tokoh adat, maka lengkap elemen pendukung Pemerintah untuk menjalankan roda Pemerintahan yang akan bermuara kepada Kabupaten Kampar yang sejahtera, dimana Ulama dan Tokoh adat bersatu mendukung Pemerintah agar terwujudnya Kabupaten Kampar maju sejahtera.(**).


