KAMPARKIRI – Wakil Bupati (Wabup) Kampar Misharti membuka Festival Kelurahan Lipatkain Kecamatan Kampar Kiri di Halaman Kantor Lurah Lipatkain, Kecamatan Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Senin (14/4/2025).
Hadir dalam pembukaan Festival Kelurahan Lipatkain anggota DPRD Kabupaten Kampar Eko Sutrisno, Camat Kampar Kiri, Camat Gunung Sahilan Musnaini, Plt Kadis Kominfo Zulfikar, Kepala Dinas Pariwisata diwakili Kepala Bidang David, Lurah Lipatkain Andi Sukma dan BPD serta LPM se-Kecamatan Kampar Kiri.
Wabup Misharti menjelaskan, Pemkab Kampar sangat bangga melihat antusias masyarakat Lipatkain dalam menyukseskan pegelaran Festival Lipat Kain ini. Memberikan apresiasi setinggi-tingginya bagi panitia, Lurah dan segenap masyarakat Kelurahan Lipatkain.
Misharti juga memaparkan bahwa sesuai dengan visi dan misi bupati dan wakil bupati Kampar berkomitmen untuk menjalankan amanah dan kepercayaan masyarakat Kabupaten Kampar dengan sebaik-baiknya.
Misharti menambahkan, ini saatnya membangun, mari bersama-sama membangun Kabupaten Kampar, melalui pemerintah, alim ulama dan ninik mamak.
“Kami akan fokus pada beberapa program prioritas, untuk itu, kami akan mengemban amanah ini dengan penuh tanggung jawab, dedikasi dan semangat pengabdian guna mewujudkan Kabupaten Kampar yang lebih maju dan sejahtera,”ujar Misharti
Misharti menjelaskan untuk mewujudkan visi tersebut, sudah merumuskan beberapa misi strategis dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kabupaten Kampar melalui pendidikan berkualitas, kesehatan yang merata, serta peningkatan kapasitas tenaga kerja.
Misharti menambahkan yang paling penting adalah meningkatkan pemberdayaan perempuan di segala bidang guna menciptakan kesetaraan dan mendorong peran aktif perempuan dalam pembangunan ekonomi, sosial pemberdayaan UMKM melalui pelatihan digital marketing dan tambahan modal usaha.
Misharti juga menjelaskan di bidang keagamaan, Pemkab Kampar akan meningkatkan insentif imam mesjid, umrah bagi guru MDA (Madrasah Dinia Aliyah), pengurus mesjid, santunan kematian bagi masyarakat miskin, di bidang pemerintahan peningkatan insentif bagi RT/RW, kepala desa, perangkat Desa dan serta optimalisasi pelayanan publik.
‘’Pemkab Kampar tidak ingin melihat anak Kampar yang putus sekolah, melalui program pemberian beasiswa bagi anak putus sekolah, pemerintah hadir untuk memberikan bantuannya.***


