6 November 2026
Riau - Indonesia
BERITA Kampar

Eko Sutrisno Apresiasi Buku Tenun Akar, Ingatkan Pentingnya Kebijakan yang Memahami Keluarga

KAMPAR – Anggota DPRD Kabupaten Kampar, Eko Sutrisno, menilai buku Tenun Akar karya Dr. Misharti memberikan perspektif penting bagi para pengambil kebijakan untuk memahami persoalan keluarga dan menjadikannya sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan arah pembangunan.

Menurut Eko, buku tersebut mengingatkan bahwa kebijakan publik tidak hanya berbicara tentang program dan anggaran, tetapi juga tentang dampaknya terhadap kehidupan keluarga di tengah masyarakat.

“Ada keluarga yang menghadapi kesulitan besar, tetapi tidak memiliki kekuatan untuk membuat kebutuhannya diperhatikan. Buku ini mengingatkan kita agar keadaan mereka ikut menjadi pertimbangan dalam pembangunan,” ujar politisi NasDem Kampar itu, Jumat (6/11/2026).

Eko menilai salah satu persoalan penting yang diangkat dalam Tenun Akar adalah kondisi kelompok masyarakat yang memiliki daya tawar politik terbatas. Anak-anak, lanjut usia, penyandang disabilitas, serta keluarga miskin kerap membutuhkan dukungan lebih besar, meski persoalan mereka tidak selalu menjadi perhatian utama dalam ruang publik.

Karena itu, menurut Eko, kebijakan pembangunan perlu mempertimbangkan kebutuhan kelompok-kelompok tersebut secara lebih serius. Keberpihakan terhadap masyarakat yang rentan, katanya, merupakan bagian dari upaya menghadirkan kebijakan yang lebih adil.

Ia juga menyoroti pembahasan mengenai pengasuhan dan pembagian peran dalam keluarga. Menurutnya, beban keluarga dalam membesarkan anak, merawat anggota keluarga yang sakit, maupun menjaga keberlangsungan ekonomi tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada keluarga tanpa dukungan dari pemerintah.

“Keluarga membesarkan anak, merawat anggota keluarga yang sakit, sekaligus menjaga penghidupan. Tanggung jawab itu perlu ditopang layanan dan perlindungan yang bisa mereka gunakan. Pemikiran ini relevan bagi DPRD ketika membahas anggaran dan mengawasi pelaksanaannya,” katanya.

Eko menambahkan, kekuatan Tenun Akar terletak pada kemampuan penulis mengangkat persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari menjadi refleksi mengenai keadilan dan kepemimpinan.

Menurutnya, pembangunan pada akhirnya bukan hanya tentang pencapaian indikator atau terserapnya anggaran, tetapi juga mengenai perubahan yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

“Keputusan pembangunan selalu membawa dampak bagi keluarga. Karena itu, kebijakan harus benar-benar melihat kebutuhan masyarakat, terutama mereka yang suaranya paling sulit terdengar,” ujarnya.(tn)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *