11 Oktober 2026
Riau - Indonesia
BERITA Kampar

Rektor UP Ajak Pakar Internasional Tinjau Potensi Kebun Raya, Siapkan Pengembangan 130 Hektare

KAMPAR — Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai (UP) terus mendorong pengembangan kebun raya sebagai kawasan konservasi, pendidikan, dan penelitian keanekaragaman hayati. Dengan potensi hutan alami, kontur lahan yang beragam, serta keberadaan mata air dan tumbuhan lokal, kawasan ini direncanakan terus diperluas untuk mendukung pelestarian lingkungan dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Potensi tersebut diperkenalkan langsung oleh Rektor UP, Prof. Dr. Amir Luthfi, kepada para pakar internasional dan perwakilan pengelola kebun raya dari berbagai negara dalam rangkaian International Symposium 2026 yang diselenggarakan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jumat (9/10/2026).

Dalam kunjungan lapangan ke Kebun Raya Universitas Pahlawan di Kabupaten Kampar, para delegasi diajak menelusuri kawasan untuk mengamati kondisi alam, karakteristik lahan, serta kekayaan tumbuhan yang menjadi modal pengembangan kawasan konservasi tersebut.

Amir menjelaskan, gagasan pembangunan kebun raya berawal dari rencana perluasan kawasan kampus. Saat melakukan pengadaan lahan di sekitar kampus utama, pihak universitas menemukan kawasan yang masih memiliki hutan alami, lembah, dan beragam jenis pepohonan.

“Awalnya, ide kebun raya ini bermula dari program perluasan kampus. Kami membeli lahan-lahan di sekitar kampus utama dan menemukan kawasan yang masih memiliki hutan alami, lembah, serta berbagai jenis pepohonan,” ujar Amir di sela-sela kunjungan.

Potensi alam tersebut kemudian diarahkan untuk mendukung visi universitas yang menitikberatkan pada kualitas pendidikan (quality), kewirausahaan (entrepreneurship), dan pembangunan berkelanjutan (sustainable development).

Untuk mewujudkan rencana tersebut, UP menjalin kerja sama dengan BRIN dalam pengembangan kawasan menjadi kebun raya. Pembangunannya ditandai dengan peletakan batu pertama atau groundbreaking pada akhir 2023.

Menurut Amir, kondisi lahan yang beragam menjadi salah satu keunggulan Kebun Raya UP. Karakteristik tersebut dinilai dapat mendukung pengembangan kawasan untuk kepentingan konservasi, pendidikan, dan penelitian.

“Setelah dikembangkan, ternyata kontur lahan yang kami miliki sangat bagus dan memiliki keunikan tersendiri. Karena itu, kami melihat kawasan di luar kampus utama ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut,” katanya.

Siapkan Pengembangan Kawasan 130 Hektare

Pengembangan Kebun Raya UP direncanakan tidak hanya mencakup kawasan yang saat ini telah dibangun. Universitas juga menyiapkan perluasan melalui pengadaan lahan di sekitar Jalan Lingkar dengan luas lahan yang telah dibebaskan dan direncanakan untuk pengembangan mencapai sekitar 130 hektare.

Dalam perencanaannya, kawasan kebun raya dibagi menjadi beberapa zona. Area yang saat ini dikembangkan ditetapkan sebagai Zona A, sedangkan kawasan di sekitar Jalan Lingkar direncanakan menjadi Zona B.

Amir menjelaskan, Zona B memiliki potensi alam yang perlu dijaga, termasuk keberadaan sejumlah mata air dan bentang alam yang dapat mendukung pengembangan kawasan konservasi.

“Di kawasan Zona B juga terdapat mata air yang menjadi bagian dari potensi alam yang ingin kita jaga. Karena itu, pengembangan kebun raya ini akan terus kita lanjutkan secara bertahap,” ujarnya.

Ia menegaskan, pengembangan tersebut bukan sekadar memperluas lahan, melainkan bagian dari komitmen universitas untuk menghadirkan kawasan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan, dunia pendidikan, penelitian, dan masyarakat.

Perkenalkan Potensi Kebun Raya ke Komunitas Internasional

Amir menyebut International Symposium 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan Kebun Raya UP kepada komunitas konservasi internasional sekaligus membuka peluang pertukaran pengetahuan dan kerja sama antarnegara.

Simposium tersebut mempertemukan pakar dan perwakilan pengelola kebun raya dari sejumlah negara, di antaranya Singapura, Australia, Malaysia, Belanda, dan China.

“Kita ingin memperkenalkan kepada dunia bahwa di Riau, khususnya di Kabupaten Kampar, terdapat kebun raya yang memiliki potensi untuk dikembangkan hingga bertaraf internasional,” kata Amir.

Ia berharap, kunjungan para delegasi dapat menjadi langkah awal untuk membangun kolaborasi dalam pengelolaan kebun raya, pelestarian keanekaragaman hayati, serta pengembangan program pendidikan dan penelitian.

Menurutnya, keberagaman kontur lahan, keberadaan hutan alami, dan potensi sumber air merupakan modal penting untuk mengembangkan Kebun Raya UP sebagai tempat konservasi tumbuhan, penelitian ilmiah, pendidikan lingkungan, dan pengenalan kekayaan hayati kepada masyarakat.

Amir juga menyampaikan apresiasi kepada BRIN atas dukungannya dalam pengembangan kebun raya di lingkungan Universitas Pahlawan. Ia menyebut UP telah memperoleh penghargaan dari pemerintah sebagai perguruan tinggi swasta yang membangun kebun raya.

Penghargaan tersebut, lanjutnya, menjadi motivasi bagi universitas untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan kawasan, melengkapi koleksi tumbuhan, dan memperkuat program konservasi secara berkelanjutan.

“Kami tidak ingin menyia-nyiakan kepercayaan yang diberikan. Kebun raya ini akan terus kita kembangkan melalui program-program yang lebih baik,” ujarnya.

Pertahankan Tumbuhan Lokal dan Perkuat Konservasi

Ke depan, UP akan memprioritaskan pembenahan kawasan dan pelengkapan koleksi tumbuhan. Upaya tersebut mencakup pemeliharaan tumbuhan yang telah tumbuh secara alami serta penambahan jenis tumbuhan dari luar kawasan sesuai dengan kebutuhan pengembangan koleksi.

Amir menyebut sejumlah tumbuhan lokal yang menjadi bagian dari potensi Kebun Raya UP, di antaranya rotan, belimbing hutan, dan pohon sialang.

Pohon sialang menjadi salah satu kekayaan hayati yang mendapat perhatian untuk dipertahankan keberadaannya karena memiliki nilai ekologis bagi lingkungan dan satwa.

“Kita akan terus membenahi dan melengkapi koleksi, baik tumbuhan yang berasal dari sini maupun yang didatangkan dari luar kawasan. Kita ingin koleksi kebun raya ini semakin lengkap,” kata Amir.

Ia berharap Kebun Raya UP dapat berkembang menjadi kawasan multifungsi yang mengintegrasikan konservasi, pendidikan, penelitian, dan kolaborasi internasional.

Upaya tersebut sejalan dengan tema International Symposium 2026, yakni “Bridging Fragmentation: The Role of Botanical Gardens and Campus Preservation Areas as Biodiversity Corridors Supporting Tropical Rainforest Heritage of Sumatra (TRHS)”.

Tema tersebut menyoroti peran kebun raya dan kawasan preservasi kampus dalam menjaga keterhubungan ekosistem, mengurangi dampak fragmentasi habitat, serta mendukung pelestarian Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatra atau Tropical Rainforest Heritage of Sumatra (TRHS).

Amir menegaskan, upaya pelestarian lingkungan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, pemerintah, pengelola kebun raya, masyarakat, dan mitra internasional diperlukan agar konservasi berjalan secara konsisten dan memberikan dampak nyata.

“Kita bersyukur memiliki lahan dengan potensi alam yang baik. Sebagai bentuk rasa syukur, kita ingin menjaga dan mengembangkannya agar memberikan manfaat bagi masyarakat, dunia pendidikan, serta pelestarian keanekaragaman hayati,” tuturnya.

Delegasi Internasional Ikut Tanam Pohon

Setelah menelusuri kawasan kebun raya melalui kegiatan trekking, para delegasi beristirahat sambil menikmati jajanan khas Kabupaten Kampar. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon bersama di kawasan White House Kebun Raya UP.

Kegiatan tersebut dipimpin Rektor UP, Prof. Dr. Amir Luthfi, bersama para delegasi dan pakar internasional peserta simposium.

Penanaman pohon menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati. Kegiatan ini sekaligus memperkuat semangat kolaborasi lintas negara dalam pengembangan kawasan konservasi yang berkelanjutan.

Melalui pengembangan Kebun Raya UP dan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, Universitas Pahlawan berharap kawasan tersebut dapat tumbuh menjadi pusat konservasi, pendidikan, dan penelitian keanekaragaman hayati yang memberikan manfaat bagi Kabupaten Kampar serta berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan di tingkat nasional dan internasional.(tn)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *