KAMPAR – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kampar menginstruksikan seluruh satuan pendidikan—mulai dari jenjang PAUD hingga SMP—di wilayah terdampak kabut asap untuk kembali menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Kebijakan ini diambil seiring membaiknya kualitas udara setelah wilayah Kampar diguyur hujan.
Plt Kepala Disdikpora Kabupaten Kampar, Helmi, menyampaikan bahwa instruksi tersebut telah disosialisasikan ke sekolah-sekolah setempat pada Senin (12/10/2026). Ia menyebut, kualitas udara mulai menunjukkan perbaikan signifikan berkat hujan yang turun sejak Senin pagi.
“Meskipun aktivitas belajar mengajar kembali luring, pihak sekolah wajib terus memantau kondisi udara serta mengutamakan keselamatan dan kesehatan peserta didik maupun tenaga pendidik,” ujar Helmi.
Sebelumnya, kualitas udara di Kampar sempat berada pada kategori Sangat Tidak Sehat. Berdasarkan data Air Quality Monitoring System (AQMS), nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sempat menyentuh angka 282, dengan partikel halus PM2,5 sebagai parameter pencemar utama.
Akibat kondisi buruk tersebut, Disdikpora Kampar sempat mengizinkan sekolah di wilayah terdampak menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada Sabtu (10/10/2026) dan Senin (12/10/2026). Kebijakan PJJ tersebut merujuk pada Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Nomor 20 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Layanan Pendidikan di Daerah Terdampak Asap Karhutla.
“Kebijakan ini disesuaikan dengan kondisi ISPU di tiap kecamatan. Untuk wilayah yang sejak awal tidak terdampak kabut asap, kegiatan belajar tetap berjalan secara luring,” jelas Helmi.
Bagi sekolah yang melaksanakan PTM, Disdikpora meminta agar sirkulasi udara di dalam kelas tetap dijaga, kebersihan lingkungan ditingkatkan, dan para siswa diingatkan untuk rutin minum air putih. Apabila terdapat siswa yang mengalami gejala gangguan kesehatan seperti batuk, sesak napas, pusing, atau iritasi mata, sekolah diminta segera memberikan penanganan medis.
Sementara bagi wilayah yang masih harus menerapkan PJJ, sekolah diimbau segera menginformasikannya kepada orang tua murid. Orang tua diminta memastikan anak-anak tetap beraktivitas di dalam rumah selama kualitas udara belum sepenuhnya aman.
Terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekolah penerima manfaat diimbau berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat agar pemenuhan gizi peserta didik tetap terjamin meski di tengah masa PJJ.
Disdikpora Kampar menegaskan akan terus mengevaluasi metode pembelajaran berdasarkan dinamika kualitas udara di setiap wilayah agar kegiatan belajar mengajar berlangsung optimal tanpa mengabaikan keselamatan warga sekolah. (adv)


