JAKARTA – Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T., didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Dr. Ardi Mardiansyah, S.STP., M.Si., mengikuti Workshop Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon (NEK) bagi Pemerintah Daerah Provinsi, Kabupaten, dan Kota Wilayah Sumatera dan Jawa di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Keikutsertaan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kampar memperkuat kapasitas dan sinergi dalam mendukung pengendalian perubahan iklim serta pembangunan rendah karbon yang berkelanjutan.
Workshop ini menjadi forum strategis bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan pemahaman mengenai kebijakan dan mekanisme tata kelola Nilai Ekonomi Karbon sebagai instrumen dalam mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca, pengendalian perubahan iklim, serta pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah pejabat dan narasumber yang memiliki kompetensi di bidang lingkungan hidup, di antaranya Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Moh. Jumhur Hidayat; Deputi PPITKNEK Ir. Ary Sudijanto, MSE; Direktur Mitigasi Perubahan Iklim Dr. Ir. Haruki Agustina, M.Sc.; serta Direktur Inventarisasi Gas Rumah Kaca dan Monitoring, Pelaporan, dan Verifikasi Dr. Mitta Ratna Djuwita, SP., M.A.
Melalui workshop ini, pemerintah daerah diharapkan semakin memahami arah kebijakan, mekanisme pelaksanaan, serta peluang penerapan Nilai Ekonomi Karbon dalam mendukung pencapaian target pengendalian emisi. Pemahaman tersebut juga menjadi landasan untuk mendorong kebijakan dan program daerah yang selaras dengan agenda pembangunan rendah karbon dan pelestarian lingkungan hidup.
Keikutsertaan Bupati Kampar bersama Sekretaris Daerah dalam kegiatan ini sekaligus menjadi langkah untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kampar, pemerintah pusat, serta pemerintah daerah lainnya. Dengan peningkatan kapasitas tersebut, Kabupaten Kampar diharapkan mampu mengoptimalkan potensi daerah dalam mendukung upaya mitigasi perubahan iklim dan pengelolaan sumber daya alam secara bertanggung jawab.
Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar menyampaikan bahwa pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan memerlukan komitmen dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah.
“Melalui workshop ini, kita berharap dapat memperkuat pemahaman mengenai tata kelola Nilai Ekonomi Karbon serta mengidentifikasi peluang yang dapat dikembangkan di daerah. Kabupaten Kampar memiliki potensi sumber daya alam yang perlu dikelola secara bijaksana, dengan tetap memperhatikan keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan,” ujar Ahmad Yuzar.
Ia menambahkan, upaya pengendalian perubahan iklim dan pengurangan emisi gas rumah kaca perlu didukung melalui kebijakan serta langkah nyata yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan daerah.
“Kami berharap hasil dari kegiatan ini dapat menjadi referensi bagi Pemerintah Kabupaten Kampar dalam memperkuat kebijakan pembangunan rendah karbon, meningkatkan koordinasi dengan pemerintah pusat, serta mendorong pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab demi kepentingan masyarakat dan generasi mendatang,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Kampar berkomitmen untuk terus mendukung kebijakan pembangunan yang memperhatikan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan sumber daya alam demi mewujudkan lingkungan yang lestari serta masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.(adv)


