17 Oktober 2026
Riau - Indonesia
BERITA Kampar

Dinas Pertanian Kampar Dorong Modernisasi Pertanian melalui Gerakan Tanam Padi di Kuok

KAMPAR – Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kampar terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian dan percepatan swasembada pangan melalui penerapan teknologi modern. Upaya tersebut diwujudkan melalui Gerakan Tanam Padi Sawah yang dicanangkan Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T., di lahan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Karya Indah, Desa Empat Balai, Kecamatan Kuok, Rabu (29/7/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan daerah melalui penyediaan benih unggul, dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta penerapan metode Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) untuk meningkatkan efisiensi budidaya dan hasil panen petani.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau yang diwakili Dedi Yasmono, S.P., M.Si., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kampar, Kepala Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian Provinsi Riau, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kampar Nur Ilahi Ali, S.P., M.M.Asejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, Camat Kuok beserta kepala desa se-Kecamatan Kuok, penyuluh pertanian, kelompok tani, dan para petani.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kampar, Nur Ilahi Ali, menyampaikan bahwa pemerintah terus memberikan dukungan kepada petani melalui penyaluran bantuan benih dan alsintan guna meningkatkan produktivitas pertanian.

Khusus di Kecamatan Kuok, bantuan benih padi dialokasikan sebanyak 3.555 kilogram untuk lahan persawahan seluas 237 hektare. Sementara itu, Desa Empat Balai memperoleh alokasi 1.095 kilogram benih padi untuk areal persawahan seluas 73 hektare.

Selain bantuan benih, pemerintah melalui dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) juga menyalurkan berbagai alsintan untuk mendukung mekanisasi pertanian di Kabupaten Kampar. Bantuan tersebut meliputi dua unit Combine Harvester Besar, enam unit Power Thresher, tiga unit Combine Harvester tipe CCH-106, satu unit traktor roda empat Avery AHR-127, 10 unit traktor roda dua Kubota, serta lima unit traktor roda dua Ishoku.

Nur Ilahi Ali menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung program swasembada pangan melalui peningkatan produksi, penyediaan benih berkualitas, penyaluran alsintan, pendampingan penyuluh, dan penerapan inovasi teknologi pertanian.

“Gerakan Tanam Padi Sawah ini merupakan salah satu langkah nyata dalam mewujudkan swasembada pangan. Dengan sinergi antara pemerintah, penyuluh, kelompok tani, dan seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis Kabupaten Kampar mampu meningkatkan produksi padi dan menjadi salah satu daerah penyangga pangan di Provinsi Riau,” ujar Nur Ilahi Ali.

Dukungan terhadap penerapan teknologi pertanian modern juga disampaikan perwakilan Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau, Dedi Yasmono, S.P., M.Si. Ia mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Kampar yang telah melaksanakan sosialisasi sekaligus penerapan metode PM-AAS dalam kegiatan Gerakan Tanam Padi Sawah di Gapoktan Karya Indah.

Menurutnya, penerapan teknologi dan inovasi budidaya merupakan langkah penting untuk mendorong transformasi sektor pertanian agar lebih efisien dan produktif. Ia berharap metode PM-AAS dapat diterapkan secara lebih luas oleh petani sehingga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produksi padi.

“Kami mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Kampar yang telah melaksanakan sosialisasi dan penerapan metode PM-AAS kepada para petani. Inovasi ini diharapkan dapat diterapkan secara luas sehingga mampu meningkatkan produksi padi, memperkuat ketahanan pangan, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan di Provinsi Riau,” ungkap Dedi Yasmono.

Sementara itu, Bupati Kampar Ahmad Yuzar menegaskan bahwa Gerakan Tanam Padi Sawah bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari langkah konkret pemerintah daerah dalam membangun sektor pertanian yang maju, modern, dan mandiri.

Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kampar terus berupaya memperkuat sektor pertanian melalui berbagai program yang berpihak kepada petani, termasuk pemberian bantuan benih untuk meringankan biaya produksi dan meningkatkan hasil panen.

“Komitmen itu terus kami wujudkan melalui berbagai program nyata. Salah satunya adalah penyaluran bantuan benih padi. Sebanyak 35.250 kilogram atau 35 ton 250 kilogram telah kami berikan kepada petani. Pemerintah Kabupaten Kampar terus berupaya meringankan beban para petani dan meningkatkan produktivitas panen sehingga berdampak pada kesejahteraan mereka,” ujar Ahmad Yuzar.

Bupati juga mengajak para petani memanfaatkan bantuan pemerintah secara optimal dan mulai mengadopsi metode PM-AAS dalam budidaya padi. Menurutnya, penerapan metode pertanian modern diharapkan dapat meningkatkan efisiensi penggunaan benih, memperbaiki pola tanam, serta mengoptimalkan hasil produksi.

“Pertanian kita harus terus bertransformasi. Kita tetap mempertahankan semangat gotong royong, namun para petani juga harus berani mengadopsi teknologi dan metode yang lebih baik agar hasil panen semakin meningkat dan cita-cita swasembada pangan dapat terwujud,” tegas Ahmad Yuzar.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penanaman padi secara simbolis oleh Bupati Kampar bersama perwakilan Pemerintah Provinsi Riau, Forkopimda, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kampar, dan para petani di areal persawahan Gapoktan Karya Indah, Desa Empat Balai. Penanaman tersebut menandai dimulainya Gerakan Tanam Padi Sawah di Kecamatan Kuok.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Kampar berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, penyuluh, dan kelompok tani semakin kuat dalam mendorong pertanian yang modern, produktif, dan berdaya saing. Dengan dukungan sarana produksi dan penerapan teknologi yang tepat, Kabupaten Kampar diharapkan dapat berkontribusi lebih besar terhadap swasembada pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. (Adv)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *