TempoNews45 RIAU Kampar Serangan Penggerek Batang Ancam Padi Petani Sipungguk, Dinas Pertanian Kampar Salurkan Insektisida
BERITA Kampar

Serangan Penggerek Batang Ancam Padi Petani Sipungguk, Dinas Pertanian Kampar Salurkan Insektisida

KAMPAR – Serangan hama penggerek batang mengancam tanaman padi milik petani di Desa Sipungguk, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar. Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kampar menyalurkan bantuan insektisida untuk membantu petani mengendalikan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).

Bantuan tersebut disalurkan dalam kegiatan penanganan serangan hama di Desa Sipungguk, Jumat (30/10/2026). Berdasarkan hasil pendataan, sekitar 20 lahan persawahan dilaporkan terdampak serangan hama.

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kampar Nur Ilahi Ali melalui Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, M Rijal mengatakan, serangan yang ditemukan tidak hanya berupa hama penggerek batang. Sejumlah jenis hama lainnya juga dilaporkan menyerang tanaman padi petani.

“Serangan hama ini perlu segera ditangani karena dapat mengganggu pertumbuhan tanaman dan berpengaruh terhadap hasil produksi. Karena itu, kita melakukan penanganan bersama petani di lapangan,” ujar Rijal.

Ia menjelaskan, hama penggerek batang menjadi salah satu ancaman serius bagi tanaman padi karena dapat merusak bagian batang dan menghambat pertumbuhan tanaman. Jika tidak dikendalikan sejak dini, serangan hama berpotensi menyebabkan hasil panen petani menurun.

Sebagai langkah penanganan, Dinas Pertanian memberikan bantuan sebanyak 10 liter insektisida dengan bahan aktif yang dapat digunakan untuk mengendalikan hama pada tanaman padi.

“Dari hasil pendataan, sekitar 20 lahan persawahan terdampak serangan hama. Bantuan yang kita berikan sebanyak 10 liter insektisida,” katanya.

Rijal mengakui jumlah bantuan tersebut belum mencukupi untuk menangani seluruh lahan yang terdampak. Namun, bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi stimulan bagi petani agar pengendalian hama tetap dapat dilakukan secara mandiri.

Selain penyaluran bantuan, pihaknya juga mengingatkan petani agar meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan hama dan penyakit tanaman. Menurutnya, pengendalian sejak dini menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah serangan semakin meluas.

“Harapan kita, bagaimana petani bisa berhasil dalam membudidayakan tanaman padi dan mendapatkan hasil panen yang maksimal. Jangan sampai mereka sudah bekerja keras, tetapi hasilnya tidak sesuai harapan akibat serangan hama,” ujarnya.

Ia berharap bantuan dan langkah pengendalian yang dilakukan dapat membantu petani mempertahankan tanaman padi hingga masa panen sekaligus menjaga produktivitas pertanian di Desa Sipungguk.(adv)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version