TempoNews45 RIAU Kampar ISPU Kampar Capai 380, Wabup Misharti Imbau Warga Batasi Aktivitas di Luar Rumah
BERITA Kampar

ISPU Kampar Capai 380, Wabup Misharti Imbau Warga Batasi Aktivitas di Luar Rumah

KAMPAR — Kualitas udara di Kabupaten Kampar memburuk akibat kabut asap. Wakil Bupati Kampar Misharti mengimbau masyarakat, terutama anak-anak dan pelajar, membatasi aktivitas di luar rumah sebagai langkah antisipasi terhadap dampak paparan asap.

Berdasarkan data Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) pada Selasa (6/10/2026) pukul 11.00 WIB, kualitas udara Kabupaten Kampar, khususnya wilayah Kota Bangkinang, tercatat berada pada angka 380 dengan parameter kritis PM2.5.

Misharti mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kampar telah menerima informasi mengenai kondisi kualitas udara tersebut. Pemerintah daerah selanjutnya akan menggelar rapat koordinasi secara komprehensif untuk menentukan langkah penanganan, termasuk menyikapi aktivitas pendidikan di tengah kondisi udara yang memburuk.

“Pak Bupati sudah mendapatkan informasi terkait dengan kualitas udara kita dan menyampaikan bahwa akan kita rapatkan secara komprehensif terkait dengan ini. Karena untuk pendidikan anak-anak yang sedang bersekolah juga harus kita rapatkan,” ujar Misharti usai rapat di Kantor Bupati Kampar, Bangkinang, Selasa (6/10/2026).

Untuk sementara, Misharti meminta masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak memiliki keperluan mendesak. Bagi warga yang harus beraktivitas di luar ruangan, ia mengimbau agar menggunakan masker sebagai upaya mengurangi paparan asap.

“Dengan kondisi yang sekarang tentu saya mengimbau supaya anak-anak membatasi waktu ke luar rumah. Kalau tidak perlu keluar, jangan keluar. Jika keluar rumah, coba menjaga dirinya dengan menggunakan masker,” katanya.

Terkait sumber kabut asap, Misharti menyebut Pemerintah Kabupaten Kampar memperoleh informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa asap yang masuk ke wilayah Kampar diduga berasal dari sejumlah wilayah di Sumatera bagian selatan.

“Dari BMKG kita mendapatkan laporan, asal asap itu dari sebelah Palembang dan beberapa dari Jambi,” ungkapnya.

Meski kondisi kualitas udara memburuk, Misharti menegaskan Pemerintah Kabupaten Kampar belum menetapkan status darurat maupun kebijakan khusus terkait kegiatan belajar mengajar.

“Belum. Pemerintah Kabupaten Kampar belum menetapkan Kampar ini darurat atau apa pun itu. Jadi sekolah tetap seperti biasa,” jelasnya.

Ia mengatakan, kemungkinan penerapan pembelajaran jarak jauh maupun kebijakan lain terkait aktivitas pendidikan masih akan dibahas dalam rapat koordinasi pemerintah daerah.

Untuk saat ini, masyarakat, khususnya pelajar, diminta tetap berhati-hati dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker juga dianjurkan bagi warga yang harus beraktivitas di luar rumah selama kondisi kualitas udara belum membaik.(adv)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version