KAMPAR — Upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura. Tidak hanya melalui program dan pendampingan teknis, semangat membangun sektor pertanian juga digaungkan di tengah kehidupan sosial dan budaya masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kampar, Nur Ilahi Ali, saat menghadiri tradisi adat Ma’aghak Suwèk atau arak-arakan Al-Qur’an berukuran besar di Desa Pulau Birandang, Kecamatan Kampa, Rabu (28/10/2026).
Di tengah kemeriahan tradisi keagamaan dan budaya yang sarat dengan nilai kebersamaan tersebut, Nur Ilahi mengajak masyarakat, khususnya para petani dan kaum ibu, untuk terus mengoptimalkan potensi sektor pertanian tanaman pangan dan hortikultura secara berkelanjutan.
Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dalam memanfaatkan lahan yang tersedia secara produktif.
“Melalui kebersamaan di acara ini, kami ingin membakar semangat masyarakat untuk mengoptimalkan potensi lahan persawahan yang ada. Tanaman padi yang dirawat dengan baik dan penuh ketekunan, insya Allah akan memberikan hasil yang setimpal,” ujar Nur Ilahi.
Ia juga mendorong petani untuk menerapkan pola budidaya yang lebih ramah lingkungan. Salah satunya melalui pemanfaatan pestisida nabati sebagai alternatif pengendalian hama tanaman padi yang lebih aman dan mendukung keberlanjutan lingkungan.
Menurutnya, penerapan teknologi dan pengetahuan pertanian yang tepat harus berjalan seiring dengan kearifan lokal masyarakat. Dengan demikian, pengembangan sektor pertanian tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan usaha tani.
102 Penyuluh Pertanian Siap Dampingi Petani
Untuk memperkuat produktivitas dan kapasitas petani, Pemerintah Kabupaten Kampar juga terus memperkuat peran tenaga penyuluh pertanian di lapangan.
Nur Ilahi menyebutkan, saat ini sebanyak 102 tenaga penyuluh pertanian profesional disiapkan untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat. Para penyuluh tersebut hadir mendampingi petani mulai dari tahapan pengolahan lahan, budidaya, pengendalian hama dan penyakit tanaman, hingga proses panen.
Keberadaan penyuluh diharapkan mampu membantu petani memperoleh informasi dan menerapkan teknik budidaya yang sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Penyuluh kita turun langsung mendampingi masyarakat. Harapannya, setiap persoalan yang dihadapi petani bisa segera mendapatkan solusi, sehingga produktivitas pertanian terus meningkat,” jelasnya.
Dinas Pertanian Kampar juga terus mendorong agar masyarakat tidak hanya menjadikan sektor pertanian sebagai aktivitas ekonomi, tetapi sebagai bagian penting dalam membangun kemandirian pangan keluarga dan daerah.
Semangat tersebut dinilai semakin kuat ketika dipadukan dengan budaya gotong royong dan kearifan lokal yang telah mengakar di tengah masyarakat.
Melalui sinergi antara pemerintah, penyuluh, petani dan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Kampar optimistis potensi pertanian di Desa Pulau Birandang dan wilayah Kampar secara keseluruhan dapat terus dikembangkan.
Tradisi Ma’aghak Suwèk pun menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan semangat bersama dalam menjaga ketahanan pangan. Dari budaya, kebersamaan dan kerja nyata di lahan pertanian, Kampar terus mendorong terwujudnya masyarakat yang semakin mandiri dan pangan daerah yang semakin kuat.(adv)

