TempoNews45 RIAU Kampar Cetak Produktivitas Tinggi, Dinas Pertanian Kampar Kembangkan Benih Padi Lokal Berstandar Nasional
BERITA Kampar

Cetak Produktivitas Tinggi, Dinas Pertanian Kampar Kembangkan Benih Padi Lokal Berstandar Nasional

KAMPAR  – Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kampar terus menggenjot pengembangan varietas padi lokal demi menjaga kelestarian benih khas daerah sekaligus mendongkrak produktivitas petani. Ke depan, varietas lokal unggulan ini ditargetkan mampu dipanen hingga tiga kali dalam setahun.

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kampar, Nurilahi Ali, melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Budi Hantana, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat dua varietas padi lokal Kampar yang telah resmi dilepas oleh Kementerian Pertanian, yakni Kuniong Ancak dan Sikapau Kampa. Selain keduanya, dinas juga telah mengusulkan dua varietas lokal tambahan untuk mendapatkan pelepasan resmi tahun ini.

“Varietas yang sudah dilepas seperti Kuniong Ancak dan Sikapau Kampa kini sudah dikembangkan di beberapa wilayah, seperti Kecamatan Gunung Sahilan, Salo, Kuok, dan Kampar,” ujar Budi, Selasa (15/9/2026). Saat ini, penanaman berada pada musim tanam kedua (MT II) periode Mei–Juni dengan perkiraan panen pada Oktober mendatang.

Padi lokal Kampar memiliki keunggulan adaptasi tinggi terhadap lingkungan setempat serta cita rasa yang digemari masyarakat. Khusus untuk varietas Kuniong Ancak, tekstur nasinya terkenal mengembang, lunak, namun tetap kenyal, sehingga sangat cocok diolah menjadi lontong dengan kualitas rasa yang setara dengan beras Solok asal Sumatera Barat.

Dari sisi produktivitas, varietas lokal ini mampu menghasilkan sekitar 5 hingga 6 ton gabah per hektare. Dinas Pertanian juga tengah melakukan penelitian untuk memperpendek umur panen agar target penanaman yang kini dipatok dua kali setahun dapat ditingkatkan menjadi tiga kali musim panen ke depannya.

Guna mencegah kepunahan, Dinas Pertanian Kampar menjalankan program pelestarian benih inti di Balai Benih Induk (BBI) Kampar di atas lahan seluas setengah hektare. Benih berkualitas ini nantinya akan disalurkan kepada kelompok tani untuk diperbanyak.

Pengembangan skala luas juga dilakukan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kampar dengan memanfaatkan lahan seluas 25 hingga 28 hektare. Budi mengimbau para petani agar menyisihkan 25 kilogram hingga 30 kilogram gabah per hektare dari hasil panen untuk dijadikan benih mandiri pada musim tanam berikutnya.

Ke depan, Dinas Pertanian optimis pengembangan varietas lokal ini tidak hanya berfungsi sebagai upaya konservasi, tetapi juga berpotensi membangun branding beras khas Kampar yang bernilai ekonomis tinggi bagi kesejahteraan petani.(adv)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version