TempoNews45 RIAU Kampar Wakil Bupati Kampar Misharti Ajak Gen Z Pantang Menyerah dan Perkuat Iman saat Hadapi Ujian Hidup
BERITA Kampar

Wakil Bupati Kampar Misharti Ajak Gen Z Pantang Menyerah dan Perkuat Iman saat Hadapi Ujian Hidup

KAMPAR – Wakil Bupati Kampar, Dr. Hj. Misharti, mengajak generasi muda, khususnya Gen Z, untuk tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. Pesan tersebut disampaikannya usai menghadiri Tabligh Akbar yang digelar Pemerintah Kabupaten Kampar bersama Pengurus Islamic Center Bangkinang di Kompleks Islamic Center Bangkinang, Ahad (18/10/2026).

Kegiatan keagamaan yang menghadirkan pendakwah populer Ustaz Hanan Attaki, Lc. tersebut mengusung tema tausiah “La Tahzan” (Jangan Bersedih). Tausiah ini sukses menyedot antusiasme ribuan warga, terutama kalangan anak muda yang memadati lokasi acara.

Misharti mengaku bersyukur melihat tingginya partisipasi generasi muda dalam kegiatan kajian agama tersebut. Menurutnya, kehadiran Ustaz Hanan Attaki menjadi daya tarik tersendiri bagi anak muda untuk kembali mendekatkan diri pada nilai-nilai keagamaan.

“Alhamdulillah, kegiatan hari ini sangat ramai dan didominasi oleh anak muda. Ini membuktikan generasi kita memiliki ketertarikan yang tinggi terhadap kajian agama. Kami berharap kegiatan ini memberikan pencerahan serta motivasi dalam menjalani kehidupan,” ujar Misharti.

Dalam keterangannya, Misharti menjelaskan bahwa inti pesan tausiah tersebut menekankan bahwa setiap manusia memiliki takdir yang telah ditetapkan Allah SWT. Meski demikian, setiap individu tetap diwajibkan untuk terus berikhtiar, berdoa, dan menjaga prasangka baik (husnuzan) kepada Sang Pencipta.

Ia menegaskan, kesulitan hidup dan ujian yang dihadapi anak muda saat ini bukanlah alasan untuk berputus asa atau kehilangan harapan. Sebaliknya, setiap rintangan harus dihadapi dengan kesabaran dan keyakinan untuk bangkit.

“Pesan saya kepada anak-anak muda, jangan mudah menyerah. Apa pun yang ditakdirkan Allah kepada kita hari ini harus dijalani dengan penuh keikhlasan. Namun, jangan pernah berhenti berjuang, berdoa, dan berusaha ketika menghadapi kesulitan,” tegasnya.

Selain menekankan pentingnya doa dan ikhtiar, Wabup Kampar ini juga mengingatkan generasi muda untuk senantiasa menjaga hati. Hati, menurutnya, merupakan pondasi utama yang membentuk karakter, pola pikir, perkataan, dan tindakan seseorang.

“Jaga dan kuatkan hati, karena dari hatilah lahir perkataan dan perbuatan kita. Selalu berprasangka baik kepada Allah, sebab setiap ujian pasti menyimpan hikmah berharga yang bisa kita pelajari,” tuturnya.

Misharti juga menyoroti kisah menyentuh yang dibagikan Ustaz Hanan Attaki mengenai pengalaman pribadinya saat kehilangan anggota keluarga akibat musibah Tsunami Aceh. Pengalaman kelam tersebut menjadi bukti nyata bagaimana iman, doa, dan ikhtiar mampu menguatkan seseorang untuk bangkit melewati masa-masa terberat dalam hidup.

Ia berharap momentum Tabligh Akbar ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi keagamaan, melainkan mampu memberikan dampak positif yang nyata bagi pembentukan karakter generasi muda di Kabupaten Kampar.

“Dalam kondisi apa pun, termasuk ketika berada di titik terendah, kita harus bangkit dan terus berjuang. Jangan pernah merasa sendirian—kuatkan iman, perbanyak doa, dan lakukan ikhtiar terbaik,” pungkas Misharti.(adv)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version