TempoNews45 RIAU Kampar Wabup Misharti Dorong Perbaikan Irigasi Sasapan II, Petani Pulau Birandang Apresiasi
BERITA Kampar

Wabup Misharti Dorong Perbaikan Irigasi Sasapan II, Petani Pulau Birandang Apresiasi

KAMPAR – Petani Desa Pulau Birandang, Kecamatan Kampa, Kabupaten Kampar, menyambut baik rehabilitasi jaringan irigasi Daerah Irigasi (DI) Sasapan II pada 2026. Perbaikan ini diharapkan memulihkan kelancaran pasokan air untuk mengairi 87 hektare sawah sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat.

Petani juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kampar, khususnya Wakil Bupati Kampar, Dr. Hj. Misharti, atas perhatian dan dorongannya terhadap perbaikan jaringan irigasi yang selama ini menjadi salah satu kebutuhan penting bagi keberlangsungan usaha tani mereka.

Kepala Desa Pulau Birandang, Tomas Renaldo, S.AP., mengatakan perhatian pemerintah terhadap kondisi irigasi di desanya memberikan harapan baru bagi petani. Terlebih, Wakil Bupati Misharti sebelumnya telah turun langsung meninjau kondisi jaringan irigasi tersebut.

“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kampar, khususnya Ibu Wakil Bupati Misharti, yang telah memberikan perhatian terhadap kondisi irigasi di desa kami. Perbaikan ini sangat berarti bagi petani karena menyangkut kebutuhan air untuk 87 hektare sawah,” ujar Tomas, Jumat (9/10/2026).

Menurut Tomas, kerusakan jaringan irigasi selama ini menjadi kendala dalam memenuhi kebutuhan air untuk persawahan. Karena itu, ia berharap rehabilitasi tersebut dapat mengembalikan fungsi jaringan irigasi secara optimal sehingga aliran air ke sawah kembali lancar dan petani dapat menjalani musim tanam dengan lebih baik.

“Kami berharap setelah diperbaiki, irigasi ini benar-benar berfungsi optimal. Mudah-mudahan hasil panen petani meningkat. Kami juga berharap jaringan irigasi lain yang masih rusak mendapat perhatian agar pertanian masyarakat terus terjaga,” katanya.

Harapan serupa disampaikan Sahuri, salah seorang petani dari Kelompok Tani Bonca Kare. Ia menilai rehabilitasi jaringan irigasi menjadi kabar baik bagi petani yang sangat bergantung pada ketersediaan air untuk mengelola lahan persawahan.

“Kami bersyukur dan berterima kasih kepada Pemkab Kampar, terutama Ibu Wakil Bupati Misharti, yang telah memperhatikan kondisi irigasi kami. Semoga dengan perbaikan ini, air bisa mengalir dengan baik ke sawah sehingga tanaman padi tumbuh subur dan hasil panen semakin berlimpah,” ujar Sahuri.

Perhatian Wakil Bupati Kampar terhadap kondisi DI Sasapan II sebelumnya ditunjukkan melalui kunjungan langsung pada 28 Oktober 2025. Dalam kunjungan tersebut, Misharti mendorong agar rehabilitasi jaringan irigasi menjadi perhatian pemerintah guna memenuhi kebutuhan air bagi petani.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Pulau Birandang, H Martin, juga berharap rehabilitasi tersebut memberikan dampak nyata bagi keberlanjutan sektor pertanian di desanya.

Menurutnya, ketersediaan air yang memadai merupakan faktor penting dalam menjaga produktivitas sawah. Dengan dukungan jaringan irigasi yang berfungsi baik, petani diharapkan tetap bersemangat mengolah lahan dan tidak terdorong mengalihfungsikan sawah akibat kendala pengairan.

Menjaga Sawah dan Tradisi Desa

Bagi masyarakat Desa Pulau Birandang, persawahan tidak hanya menjadi sumber mata pencaharian, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang terus dijaga secara turun-temurun.

Salah satu tradisi yang masih dilestarikan adalah Ma’aghak Suwek, yakni doa dan selamatan menjelang panen yang dilaksanakan setiap 28 Oktober, bertepatan dengan hari jadi Desa Pulau Birandang.

Pada 2026, tradisi tersebut telah direkomendasikan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Riau kepada Kementerian Kebudayaan RI.

Karena itu, rehabilitasi jaringan irigasi D.I. Sasapan II diharapkan tidak hanya memperbaiki infrastruktur pengairan, tetapi juga menjaga keberlangsungan 87 hektare lahan persawahan, menopang perekonomian petani, serta mendukung pelestarian tradisi masyarakat setempat.

Bagi petani Pulau Birandang, kelancaran irigasi menjadi salah satu kunci agar sawah tetap produktif, kesejahteraan masyarakat meningkat, dan warisan pertanian desa dapat terus dipertahankan bagi generasi mendatang.(adv)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version