KAMPAR – Hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang menyebabkan pohon tumbang di jalan lintas Pekanbaru-Bangkinang di Desa Simpang Kubu, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Sabtu (10/10/2026) pagi. Akibat kejadian tersebut, badan jalan tertutup pohon sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar, informasi kejadian diterima petugas sekitar pukul 06.50 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) Pusdalops PB BPBD Kabupaten Kampar langsung melakukan penanganan di lokasi kejadian.
Kalaksa BPBD Kabupaten Kampar Azwan melalui Kepala Pusdalops PB Adi Candra Lukita menyampaikan, bahwa petugas bersama unsur kepolisian dan masyarakat melakukan pemotongan serta pembersihan pohon yang menutupi badan jalan.
“Petugas BPBD bersama personel kepolisian dan masyarakat melakukan pemotongan serta pembersihan pohon tumbang agar akses jalan dapat kembali dilalui kendaraan,” jelas Adi Candra.
Dalam penanganan tersebut, BPBD Kampar mengerahkan delapan personel, dibantu lima personel Polri dan 10 orang masyarakat. Peralatan yang digunakan antara lain satu unit mobil BPBD, satu unit kendaraan roda dua milik personel, satu unit gergaji mesin (chainsaw) milik BPBD, serta tiga unit chainsaw milik masyarakat.
‘’Berkat upaya penanganan bersama, pohon yang menutupi badan jalan berhasil dibersihkan. Berdasarkan laporan kondisi terkini, jalan di Desa Simpang Kubu tersebut sudah kembali dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat,’’ jelas Adi Candra.
Adi Candra Lukita juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pohon tumbang, terutama ketika hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Kampar.
‘’Masyarakat diharapkan berhati-hati saat berkendara, menghindari berteduh di bawah pohon besar ketika cuaca buruk, serta segera melaporkan kejadian yang berpotensi membahayakan keselamatan kepada petugas terkait,’’ harap Adi Candra.
BPBD Kabupaten Kampar terus mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Kerja sama antara petugas dan masyarakat diharapkan dapat mempercepat penanganan kejadian serta meminimalkan risiko terhadap keselamatan warga***

