TempoNews45 RIAU Kampar Kualitas Udara Kampar Masuk Kategori Berbahaya, Disdikpora Izinkan Sekolah Terdampak Diberlakukan PJJ
BERITA Kampar

Kualitas Udara Kampar Masuk Kategori Berbahaya, Disdikpora Izinkan Sekolah Terdampak Diberlakukan PJJ

KAMPAR — Kualitas udara di Kabupaten Kampar, Riau, memburuk hingga masuk dalam kategori berbahaya. Berdasarkan pemantauan Air Quality Monitoring System (AQMS) pada Jumat (9/10/2026) pukul 15.00 WIB, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencatatkan angka 344 akibat melonjaknya konsentrasi partikel halus PM2,5.

Merespons kondisi tersebut, Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kampar mengizinkan satuan pendidikan di wilayah terdampak untuk meniadakan kegiatan belajar mengajar tatap muka dan menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kebijakan ini berlaku bagi tingkat PAUD/TK, SD, hingga SMP pada Sabtu (10/10/2026) dan Senin (12/10/2026).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikpora Kabupaten Kampar, Helmi, menyampaikan bahwa langkah tersebut diambil sebagai upaya prioritas untuk melindungi kesehatan para siswa dari paparan kabut asap karhutla.

“Kebijakan PJJ ini mengacu pada Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Nomor 20 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Layanan Pendidikan di Daerah Terdampak Asap Karhutla. Pelaksanaannya disesuaikan secara fleksibel dengan kondisi ISPU di masing-masing kecamatan,” terang Helmi pada Jumat (9/10/2026).

Helmi menekankan, bagi sekolah yang berada di kecamatan tidak terdampak, proses belajar mengajar tetap berlangsung secara luring (tatap muka). Namun, sekolah luring diminta memperketat protokol kesehatan, seperti menjaga kebersihan lingkungan, memastikan sirkulasi udara kelas terjaga baik, serta mengimbau siswa memperbanyak minum air putih.

Bagi sekolah yang menerapkan PJJ, pihak sekolah diminta segera menginformasikan kebijakan ini kepada orang tua murid. Orang tua diimbau menjaga anak-anak agar tetap beraktivitas di dalam rumah.

Nutrisi Siswa dan Layanan Kesehatan

Terkait pemenuhan nutrisi siswa penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Disdikpora telah meminta pihak sekolah berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat. Koordinasi ini memastikan pendistribusian nutrisi siswa tetap berjalan meskipun pembelajaran dilakukan dari rumah.

Bagi siswa yang mengeluhkan gejala gangguan kesehatan seperti batuk, sesak napas, pusing, atau iritasi mata, pihak dinas meminta agar segera dirujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Cuaca Kabur dan Peringatan Dini BMKG

Selain penurunan kualitas udara, kondisi cuaca di Kabupaten Kampar terpantau diselimuti kabut asap lunak dengan jarak pandang terbatas sekitar tiga kilometer.

Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini terkait potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sebagian wilayah Kampar.

Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, membatasi kegiatan di luar ruangan, serta senantiasa menggunakan masker standar penyaring partikel halus apabila terpaksa beraktivitas di luar rumah. Disdikpora Kampar juga akan terus memantau perkembangan ISPU untuk menentukan kebijakan pembelajaran pada hari-hari berikutnya.(adv)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version