ROKAN HULU — Suasana khidmat menyelimuti puncak peringatan Milad ke-128 Tuan Guru Syekh Abdul Wahab Rokan Al-Kholidi Naqsabandi sekaligus penutupan suluk yang berlangsung di Madrasah Suluk Desa Rantau Binuang Sakti, Kecamatan Kepenuhan, Rabu (30/9/2026).
Kegiatan sakral ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Rokan Hulu, H. Syafaruddin Poti, S.H., M.M., didampingi sejumlah pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemkab Rohul. Turut hadir Kadis Pariwisata dan Kebudayaan H. Helfiskar, S.H., M.M., Kadiskominfo Suharman, S.Pi., M.M., Kadis DPMPTSP H. Munandar, S.E., M.M., Kabag Kesra Saprizal AH, Camat Kepenuhan Gustia Hendri, S.Sos., M.Si., pimpinan Madrasah Suluk Tuan Guru Syekh Abdul Wahab Rokan, para murid, serta ratusan masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Syafaruddin Poti menyampaikan bahwa peringatan milad ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mengenang, mempelajari, serta meneruskan nilai-nilai keteladanan yang diwariskan oleh ulama besar asal Rokan Hulu tersebut.
Menurutnya, tradisi suluk dan milad memberikan banyak manfaat luas bagi berbagai pihak. Bagi para jamaah, momentum ini menjadi sarana memperkuat ibadah, meningkatkan silaturahmi, serta memperdalam pemahaman terhadap ajaran Tarekat Naqsabandiyah. Sementara bagi keluarga dan keturunan Syekh Abdul Wahab Rokan, kegiatan ini merupakan wujud nyata dalam menjaga warisan sejarah perjuangan ulama yang berpengaruh besar terhadap perkembangan Islam.
“Ini bukan hanya tentang mengenang seorang ulama, tetapi bagaimana nilai-nilai perjuangan dan keteladanan beliau terus hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Syafaruddin Poti.
Bagi Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, perhelatan ini sekaligus menjadi sarana strategis dalam memperkuat pelestarian sejarah, budaya, dan pengembangan wisata religi di kawasan Rantau Binuang Sakti. Sebelumnya, Pemkab Rohul juga telah meninjau langsung kawasan wisata religi tersebut guna memastikan kesiapan sarana prasarana, aksesibilitas, kebersihan, serta kenyamanan bagi para jamaah dan peziarah.
Wabup berharap semangat kebersamaan yang lahir dari pelaksanaan milad dan suluk ini dapat terus terjaga. Tidak hanya memperkuat kehidupan keagamaan di tengah masyarakat, tetapi juga mempererat sinergi antara jamaah, keluarga besar Syekh Abdul Wahab Rokan, tokoh agama, dan pemerintah daerah.
“Harapan kita, kegiatan ini terus memberikan manfaat luas. Yang paling penting, nilai-nilai perjuangan beliau dapat terus menjadi teladan bagi generasi kita,” pungkasnya.
Rangkaian acara puncak Milad ke-128 sekaligus penutupan suluk tersebut ditutup dalam suasana penuh kebersamaan dan kekhusyukan sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan keagamaan dan sejarah Islam di Kabupaten Rokan Hulu.(adv)

