TempoNews45 RIAU Kampar Wabup Misharti Dorong Pacu Sampan Buluh Cina Masuk Kalender Wisata Nasional
BERITA Kampar OLAHRAGA

Wabup Misharti Dorong Pacu Sampan Buluh Cina Masuk Kalender Wisata Nasional

SIAK HULU – Wakil Bupati Kampar, Dr. Hj. Misharti, mendorong Pacu Sampan Tradisional Buluh Cina menjadi bagian dari kalender budaya dan wisata Kabupaten Kampar hingga menembus agenda budaya nasional. Selain melestarikan tradisi masyarakat, kegiatan ini dinilai memiliki potensi besar untuk menggerakkan perekonomian lokal dan memperkuat daya tarik wisata daerah.

Harapan tersebut disampaikan Misharti saat membuka Pacu Sampan Tradisional Buluh Cina di Desa Buluh Cina, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Jumat (23/10/2026).

Dalam kesempatan itu, Misharti mengapresiasi masyarakat dan panitia pelaksana yang konsisten menyelenggarakan kegiatan tersebut selama empat tahun berturut-turut.

“Alhamdulillah, hari ini saya mewakili Pemerintah Kabupaten Kampar membuka pacu sampan tradisional yang sudah empat kali dilaksanakan di Buluh Cina,” ujar Misharti.

Menurutnya, keberlanjutan kegiatan budaya seperti pacu sampan tidak hanya menjadi sarana hiburan dan perlombaan, tetapi juga berperan penting dalam menjaga warisan tradisi sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.

Ia menilai, potensi sungai dan kekayaan budaya yang melekat dalam kehidupan masyarakat Kampar perlu terus dikembangkan melalui kegiatan yang mampu menarik minat wisatawan.

“Kami berharap kegiatan ini bisa masuk dalam kalender budaya dan wisata Kabupaten Kampar. Kita juga akan mendorong agar pacu sampan ini bisa masuk dalam event budaya nasional,” katanya.

Misharti berharap penyelenggaraan yang telah berlangsung selama empat tahun berturut-turut dapat menjadi modal kuat untuk mengembangkan Pacu Sampan Buluh Cina menjadi agenda wisata budaya yang dikenal lebih luas.

Selain pengembangan acara, ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam, keamanan, dan kenyamanan kawasan wisata Desa Buluh Cina. Menurutnya, lingkungan yang terjaga serta pelayanan yang baik akan memberikan pengalaman positif bagi pengunjung.

Keramahan masyarakat dan keberadaan kuliner lokal, lanjutnya, juga menjadi bagian penting dalam membangun daya tarik wisata. Dengan demikian, wisatawan tidak hanya datang untuk menyaksikan perlombaan, tetapi juga menikmati suasana dan potensi lokal yang ditawarkan Desa Buluh Cina.

“Mari kita bergandengan tangan menjaga keamanan dan kenyamanan. Sambut tamu-tamu kita dengan ramah, sehingga mereka punya cerita baik tentang Buluh Cina dan ingin datang kembali,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, Misharti turut menyampaikan apresiasi kepada Kepala Desa Buluh Cina, Adrianto, panitia pelaksana, camat, serta seluruh masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia berharap Pacu Sampan Tradisional Buluh Cina terus dilestarikan sebagai warisan budaya sekaligus dikembangkan menjadi daya tarik wisata yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dengan dukungan pemerintah daerah, pemerintah desa, panitia, dan masyarakat, Pacu Sampan Buluh Cina diharapkan tidak hanya bertahan sebagai agenda tahunan, tetapi juga berkembang menjadi salah satu ikon wisata budaya Kabupaten Kampar yang mampu menarik lebih banyak pengunjung dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.(adv)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version