BANGKINANG – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kampar mendorong setiap sekolah mengembangkan keunggulan dan ciri khas masing-masing guna meningkatkan mutu pendidikan. Inovasi kepala sekolah dinilai menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas dan mendorong sekolah berkembang sesuai potensi yang dimiliki.
Hal itu disampaikan Ketua PGRI Kabupaten Kampar, Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si., saat menjadi pemateri dalam workshop peningkatan kapasitas dan kompetensi kepala sekolah di Gedung Guru, Jalan D.I. Panjaitan, Bangkinang Kota, Rabu (21/10/2026). Kegiatan tersebut didampingi Sekretaris PGRI Kampar, Admira, S.P., M.Si., M.Pd.
Menurut Misharti, kepala sekolah tidak cukup hanya menguasai administrasi dan manajemen. Mereka juga dituntut mampu berinovasi untuk menggali dan mengembangkan potensi sekolah sesuai karakteristik lingkungan serta kebutuhan peserta didik.
“Sekolah unggulan itu adalah sekolah yang mempunyai ciri khas khusus yang berbeda dengan sekolah lainnya. Karena itu, kepala sekolah harus punya inovasi tentang apa yang harus dilakukan di sekolahnya,” ujar Misharti yang juga menjabat Wakil Bupati Kampar.
Ia menjelaskan, keunggulan sekolah dapat dikembangkan melalui berbagai bidang, seperti pertanian, teknologi informasi (IT), hingga program tahfiz Al-Qur’an. Pemilihan program tersebut perlu disesuaikan dengan potensi sekolah, kebutuhan peserta didik, serta kreativitas kepala sekolah.
Menurutnya, setiap sekolah memiliki peluang untuk berkembang dan berprestasi tanpa harus terpaku pada label sekolah favorit. Dengan inovasi yang tepat, sekolah dapat membangun identitas dan keunggulan tersendiri sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran.
Sementara itu, PGRI Kabupaten Kampar menggelar workshop peningkatan kapasitas dan kompetensi kepala sekolah selama tiga hari, Selasa hingga Kamis (20–22 Oktober 2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 300 kepala sekolah dari Kabupaten Kampar.
PGRI Kampar juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kampar atas dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Workshop ini menghadirkan sejumlah pemateri, yakni Ketua PGRI Kampar Dr. Hj. Misharti, Dendy Nurfajri, S.H., selaku Kasubsi Intelijen Kejaksaan Negeri Kampar, perwakilan Polres Kampar, Balai Peningkatan Mutu Pendidikan (BPMP), serta perwakilan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Riau.
Melalui kegiatan ini, para kepala sekolah diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dalam memimpin satuan pendidikan, mengelola tenaga pendidik dan peserta didik, serta membangun lingkungan sekolah yang kondusif.
Peningkatan kompetensi tersebut diharapkan turut mendorong pemerataan mutu pendidikan di Kabupaten Kampar, sehingga setiap sekolah mampu mengembangkan keunggulan sesuai potensi dan karakteristik masing-masing.(adv)

