TempoNews45 RIAU Kampar Plt Kadisdikpora Kampar Helmi Siap Dorong Inovasi di Satuan Pendidikan
BERITA Kampar PENDIDIKAN

Plt Kadisdikpora Kampar Helmi Siap Dorong Inovasi di Satuan Pendidikan

KAMPAR – Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar Program Akselerasi Inovasi Daerah Tahun 2026 sebagai langkah strategis untuk mendorong percepatan inovasi di berbagai sektor pembangunan.

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, 13–16 April 2026, di Aula Batu Tilam Bappeda Kampar ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Kampar, Misharti, Senin (13/4/2026).

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa inovasi menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik serta daya saing daerah di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks.

“Melalui program ini, kita ingin memastikan setiap perangkat daerah mampu menghadirkan inovasi yang membuat pelayanan lebih efektif, efisien, dan kompetitif,” ujarnya.

Ia menekankan, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak lagi dapat bekerja secara konvensional, melainkan harus adaptif dan kreatif dalam menciptakan terobosan baru.

“Inovasi tidak harus besar, tetapi harus berdampak. Inovasi yang sederhana namun tepat sasaran akan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Misharti mengingatkan pentingnya penguatan inovasi pada sektor pelayanan dasar, seperti pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial, yang merupakan tanggung jawab utama pemerintah daerah.

Kegiatan pembukaan diawali dengan laporan Kepala Bappeda Kampar, Ardi Mardiansyah, yang disampaikan oleh Sekretaris Bappeda selaku Pelaksana Harian, Yusdiyen Hadinata.

Ia menyebutkan bahwa program ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan publik, mendorong kreativitas OPD, memperkuat daya saing daerah, serta mempercepat pembangunan.

Program ini diikuti oleh seluruh perangkat daerah dan kecamatan, serta melibatkan kepala sekolah, kepala desa, dan kepala puskesmas se-Kabupaten Kampar. Pelaksanaan dibagi dalam beberapa sesi tematik, yakni hari pertama untuk OPD dan kecamatan, hari kedua untuk kepala sekolah SD dan SMP, hari ketiga untuk kepala desa, dan hari keempat untuk kepala puskesmas.

Sementara itu, Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pengembangan SDM, Digitalisasi Pemerintahan, dan Inovasi Pemerintahan Dalam Negeri BSKDN Kemendagri, David Yama, memaparkan hasil evaluasi Indeks Inovasi Daerah Kabupaten Kampar. Ia menyebutkan Kampar menunjukkan tren positif dengan predikat “Inovatif” dalam beberapa tahun terakhir.

“Pada tahun 2025, Kabupaten Kampar mencatat skor 58,43 dari 57 inovasi yang telah divalidasi, serta menempati posisi kedua di Provinsi Riau,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Plt Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kampar Helmi menyatakan dukungannya terhadap program tersebut, khususnya dalam mendorong inovasi di sektor pendidikan.

Menurutnya, inovasi pendidikan perlu diperkuat melalui peningkatan kualitas pembelajaran, pemanfaatan teknologi, serta pengembangan karakter peserta didik.

“Kami siap mendorong lahirnya berbagai inovasi di satuan pendidikan. Sekolah harus menjadi pusat inovasi yang mampu melahirkan generasi cerdas, berkarakter, dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat dalam menciptakan inovasi pendidikan yang berkelanjutan.

Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Kampar menargetkan lahirnya berbagai inovasi baru di setiap perangkat daerah, meningkatnya kapasitas aparatur, serta terbangunnya ekosistem inovasi yang berkelanjutan. Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan jumlah inovasi yang dilaporkan ke Kementerian Dalam Negeri melalui sistem Indeks Inovasi Daerah.

Menutup sambutannya, Wakil Bupati mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, dunia usaha, hingga masyarakat, untuk bersinergi dalam membangun inovasi daerah.

“Sinergi semua pihak menjadi kunci dalam menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Kampar,” pungkasnya.***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version