KAMPAR – Prestasi membanggakan datang dari UPT SMPN 1 Kampar Kiri Hilir. Dua siswanya, Kholid Khoirul Azam dan Fatma Yeni, berhasil menembus 10 besar nasional dalam Olimpiade Literasi Kebangsaan tingkat SMP/MTs tahun 2026. Capaian ini menjadi bukti bahwa pelajar daerah mampu bersaing di tingkat nasional, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga ketahanan mental dan karakter.
Kholid Khoirul Azam meraih skor 97 dari 100 dengan waktu pengerjaan 14 menit 23 detik dan menempati posisi harapan II. Sementara itu, Fatma Yeni mencatatkan skor yang sama dengan selisih waktu tipis, yakni 14 menit 35 detik. Di tengah persaingan ketat dari ratusan peserta seluruh Indonesia, keduanya menunjukkan kemampuan berpikir cepat dan tepat.
Guru pendamping, Yeni Elfita, menjelaskan bahwa kompetisi berlangsung secara berjenjang mulai dari tingkat kabupaten pada 10 Januari 2026, provinsi pada 5 Februari 2026, hingga nasional pada 10 April 2026. Seluruh tahapan dilaksanakan secara daring.
“Pelaksanaan secara online menuntut kemandirian, disiplin, serta kejujuran siswa. Mereka tidak hanya diuji dari sisi akademik, tetapi juga mental dan integritas,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Menurutnya, tantangan dalam kompetisi daring justru lebih kompleks. Tanpa pengawasan langsung dan atmosfer lomba, siswa harus mampu menjaga fokus di tengah tekanan waktu yang berjalan cepat.
Pembinaan dilakukan secara intensif melalui latihan rutin, diskusi materi, serta pendalaman isu-isu kebangsaan. Literasi yang dikembangkan tidak hanya sebatas membaca, tetapi juga memahami nilai-nilai identitas, keberagaman, dan wawasan kebangsaan.
Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari dukungan pihak sekolah. Kepala UPT SMPN 1 Kampar Kiri Hilir, Yusrial, memberikan ruang bagi pembinaan siswa, baik dari sisi waktu maupun fasilitas.
“Sinergi antara guru dan manajemen sekolah menjadi kunci dalam menjaga konsistensi pembinaan,” tambah Yeni.
Bagi Kholid Khoirul Azam, pengalaman mengikuti olimpiade tingkat nasional menjadi tantangan tersendiri. Ia mengaku sempat gugup saat menghadapi peserta dari berbagai daerah.
“Saya mencoba tetap tenang dan fokus. Kunci utamanya ada di manajemen waktu, jangan terlalu lama di satu soal,” ujarnya.
Ia menilai pengalaman ini tidak hanya soal hasil akhir, tetapi juga proses belajar yang membentuk pola pikir dan kepercayaan diri.
Sementara itu, Wakil Bupati Kampar, Misharti, memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menyebut prestasi ini sebagai bukti bahwa potensi siswa daerah mampu bersaing secara nasional.
“Ini menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Kampar. Kita berharap prestasi ini terus berlanjut dan menjadi motivasi bagi siswa lainnya,” katanya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Kadisdikpora) Kabupaten Kampar, Helmi, juga memberikan tanggapan positif. Ia menegaskan bahwa prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras semua pihak.
“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa pembinaan yang terarah dan berkelanjutan mampu melahirkan siswa berprestasi. Kami di Disdikpora akan terus mendorong penguatan literasi dan kompetisi akademik sebagai bagian dari peningkatan kualitas pendidikan di Kampar,” ujarnya.
Helmi menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memperluas akses pembinaan bagi siswa di berbagai wilayah, sehingga lebih banyak lagi potensi daerah yang dapat berkembang dan berprestasi.
Prestasi Kholid Khoirul Azam dan Fatma Yeni menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih pencapaian tinggi. Dengan kerja keras, bimbingan yang tepat, dan dukungan lingkungan, siswa daerah mampu menembus panggung nasional dan membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi.
Lebih dari sekadar kemenangan, capaian ini mencerminkan pentingnya literasi kebangsaan dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kesadaran dan tanggung jawab sebagai bagian dari bangsa Indonesia.***

