KAMPAR – Dalam rangka memperingati Hari Kartini sekaligus meningkatkan kapasitas perempuan, organisasi Pusdatin Puanri Kampar menggelar pelatihan pembuatan sabun cuci piring dan pengolahan minyak kelapa sawit. Kegiatan ini berlangsung di Aula Politeknik Kampar, Kamis (23/4/2026).
Pelatihan yang diikuti sebanyak 60 peserta dari berbagai kecamatan ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Kampar, Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si. Turut hadir Ketua Pusdatin Puanri Provinsi Riau Dra. Hj. Septina Rusli Zainal, Ketua TP-PKK Kampar Ny. Tengku Nurheryani Ahmad Yuzar, Direktur Politeknik Kampar Dr. Ir. Nina Veronika, ST., M.Sc, serta sejumlah kepala OPD dan camat se-Kabupaten Kampar.
Dalam sambutannya, Wabup Misharti yang juga menjabat sebagai Ketua Pusdatin Puanri Kampar menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah konkret dalam mendorong lahirnya wirausaha baru di tingkat desa dan kecamatan.
“Pelatihan seperti ini, jika dilakukan secara berkelanjutan dan terarah, dapat memicu pertumbuhan ekonomi lokal serta membuka peluang usaha bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap, melalui kegiatan ini akan lahir pelaku usaha baru yang mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus menciptakan lapangan kerja di lingkungan masing-masing.
Selain praktik pembuatan sabun cuci piring dan pengolahan minyak kelapa sawit, para peserta juga mendapatkan materi pendukung, seperti standar kualitas dan keamanan produk, teknik pengemasan, strategi pemasaran, manajemen usaha mikro, hingga pencatatan keuangan sederhana. Peserta juga dibekali pemahaman pentingnya membangun merek agar produk mampu bersaing di pasar.
Menurutnya, pelatihan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kampar dalam memperkuat sektor UMKM sebagai tulang punggung perekonomian daerah.
Sementara itu, Ketua Pusdatin Puanri Provinsi Riau, Dra Hj Septina Rusli Zainal menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wujud komitmen dalam meningkatkan keterampilan dan kemandirian masyarakat, khususnya perempuan, melalui pemanfaatan potensi sumber daya lokal.
“Kami berharap peserta dapat memperoleh keterampilan praktis dalam mengolah bahan lokal menjadi produk bernilai jual, sehingga dapat meningkatkan pendapatan keluarga,” ungkapnya.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat serta memperkuat peran perempuan dalam pembangunan daerah.***

