PELALAWAN — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Hingga Senin (30/3/2026), luas lahan terdampak diperkirakan mencapai sekitar 600 hektare, dengan sebaran titik api dominan berada di Kecamatan Kuala Kampar dan Kecamatan Teluk Meranti.
Bupati Pelalawan H Zukri didampingi Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, S.I.K., Sekretaris Daerah Kabupaten Pelalawan T. Zulfan, Kepala BPBD Kabupaten Pelalawan Zulfan, M.Si, serta Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Indrawan Putra menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim gabungan yang terlibat dalam upaya penanganan karhutla.
Dalam konferensi pers di Ruang Command Center, Bupati Zukri menyampaikan penghargaan atas kerja keras seluruh personel yang terlibat dalam proses pemadaman kebakaran di sejumlah wilayah terdampak.
Menurutnya, sinergi antara berbagai unsur menjadi faktor utama dalam pengendalian kebakaran, terutama di wilayah lahan gambut yang memiliki tingkat kesulitan tinggi.
“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel yang terlibat. Kerja sama dan kekompakan ini sangat penting, terutama dalam menghadapi karhutla di lahan gambut yang memiliki tingkat kesulitan tinggi,” ujar Zukri.
Tim gabungan yang terlibat dalam penanganan karhutla terdiri dari unsur BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Dinas Pemadam Kebakaran, pihak perusahaan, serta masyarakat yang secara bersama-sama melakukan pemadaman di lapangan.
Selain pengerahan personel darat, Pemerintah Kabupaten Pelalawan juga melakukan langkah strategis melalui pengajuan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sejak 16 Maret 2026 sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan karhutla.
Bupati Zukri juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan kebakaran dengan tidak membuka lahan menggunakan metode pembakaran serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.
“Karhutla adalah tanggung jawab bersama. Kami mengimbau masyarakat untuk menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran,” tegasnya.
Bupati Zukri menjelaskan, secara umum kondisi karhutla di Kabupaten Pelalawan mulai menunjukkan tren terkendali, meskipun di beberapa wilayah masih dilakukan upaya pemadaman intensif.
Di Kecamatan Kuala Kampar, kebakaran masih terpantau di Kelurahan Teluk Dalam dan Desa Teluk Beringin yang hingga saat ini masih dalam proses pemadaman. Sementara itu, di Desa Sungai Upih, api dilaporkan telah berhasil dipadamkan.
Sedangkan di Kecamatan Teluk Meranti, petugas masih melakukan penanganan di beberapa desa terdampak. Di Desa Pulau Muda, proses pendinginan terus dilakukan guna mencegah munculnya kembali titik api. Sementara di Desa Gambut Mutiara, kondisi masih dalam penanganan, dan di Desa Pangkalan Terap, proses pemadaman masih berlangsung dengan dukungan water bombing dari udara.
Sementara itu, Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan patroli rutin di wilayah rawan karhutla guna mencegah munculnya titik api baru, termasuk mengantisipasi aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar.
“Personel kami bersama instansi terkait terus melakukan patroli dan pemantauan di lapangan. Ini penting untuk mencegah terjadinya kebakaran baru,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Pelalawan, lanjut Zukri, akan terus berkomitmen mendukung upaya penanganan karhutla hingga kondisi benar-benar terkendali.
“Kami akan terus bersinergi dengan semua pihak agar penanganan karhutla berjalan optimal, sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman,” tutupnya.***

